Bupati Lebak: Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat Rampung 2026
Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki mengatakan pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Kabupaten Lebak, Banten, sedang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Desa Cimampang, Kecamatan Panggarangan, dengan luas lahan 8,8 hektare dan ditargetkan selesai 2026.
“Kami berharap pembangunan gedung Sekolah Rakyat itu bisa digunakan tahun 2026,” katanya saat peresmian Sekolah Rakyat 36 jenjang SD dan SMP di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) di Kecamatan Maja Kabupaten Lebak, Selasa (30/9/2025).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, lanjutnya, sangat mendukung Sekolah Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto guna pengendalian kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, tren angka kemiskinan di Kabupaten Lebak menurun dari 111.000 jiwa pada tahun lalu, kini menjadi 105.000 jiwa. Namun kemiskinan ekstrem cukup tinggi mencapai 17.094 jiwa.
Dengan demikian, lanjutnya, pemerintah daerah menghibahkan lahan seluas 8,8 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
“Kami berharap Sekolah Rakyat, selain bisa mencetak sumber daya manusia, juga dapat memutuskan mata rantai kemiskinan di Lebak,” kata Hasbi.
Nantinya, kata dia, Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) berlokasi di BPMP Rangkasbitung sedangkan Sekolah Rakyat Dasar (SRD) dan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) yang kini menempati Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Kecamatan Maja bisa ditampung di Sekolah Rakyat Cimampang.
“Semua peserta didik Sekolah Rakyat, dari keluarga Desil 1 dan 2 atau rentan miskin dan miskin ekstrem berdasarkan data Kementerian Sosial,” katanya.
Akademisi Universitas Latansa Mashiro (Unilam) Rangkasbitung Mochamad Husen mengatakan Sekolah Rakyat dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan dapat memutuskan mata rantai kemiskinan.
Karena itu, lanjutnya, pemerintah daerah harus mendukung program Sekolah Rakyat, sehingga anak-anak dari keluarga miskin itu bisa melanjutkan pendidikan dengan baik.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, Lebak paling terendah IPM-nya di Banten dengan 64,71 poin dan nasional rata-rata 75.00 poin.
“Kami meyakini dengan adanya Sekolah Rakyat itu secara otomatis pencapaian IPM meningkat dan mampu memutuskan mata rantai kemiskinan,” katanya. (Pewarta : Mansyur Suryana – LKBN Antara)









