Diliburkan Saat Hujan, Gubernur Mendadak Kunjungi SDN Citasuk

Foto: Adityawarman

Gubernur Banten, Wahidin Halim langsung meninjau gedung SDN Citasuk, Desa Batukuwung, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang setelah mendengar murid sekolah itu diliburkan saat hujan turun. Kondisi gedung SD itu rusak menyebabkan para murid sering kehujan saat belajar.

Sekira pukul 13.00 WIB, setelah mendapatkan informasi tentang gedung SD Negeri Citasuk 2. WH langsung mengunjungi lokasi gedung SD Negeri Citasuk 2 tersebut. WH mengaku terasa terpanggil dan terenyuh saat mendengar adanya gedung SD yang memperhatikan di Banten.

“Saya mendengar adanya gedung sekolah (SD) yang memperhatikan di Banten, langsung terenyuh ingin melihat secara langsung,” papar WH.

Penduduk  di dekat area gedung SD Negeri Citasuk 2 merasa kaget  dengan kedatangan gubernur untuk meninjau secara langsung kondisi gedung SD Negeri Citasuk 2. “Ga nyangka pak Gubernur bisa datang kesini padahal jalannya kecil dan jauh, saya seneng bisa ketemu langsung dengan Pak WH,” ujar salah satu warga di dekat sekolah.

SD Negeri Citasuk 2 itu berada satu atap dengan dengan SMPN 4 Padarincang dan tepatnya di daerah perbukitan. Akses jalan ke sekolah di Kampung Wangun ini juga memprihatinkan, jalan dibuka pada 2015 hasil dari bantuan TNI dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Wahidin Halim, Gubernur Banten mengatakan akan segera koordinasi dengan Pemkab Serang terkait pembangunan gedung SD Negeri tersebut.  “Kita akan segera ambil tindakan dan berkomunikasi dengan pemerintah Kabupaten Serang, karena ini kewenangan Kabupaten Serang. Pengalaman saya waktu jadi Walikota ada sekitar 200 sekolah yang rusak,  tapi dalam waktu 2 tahun saya bisa bangun 400 sampai 600 sekolah” ujarnya.

“Saya dilahirkan dari keluarga guru,  almarhum Ayah saya seorang Guru, jadi naluri saya ikut merasakan betul ketika melihat keadaan pendidikan seperti ini, semoga dalam waktu dekat bangunan sekolah rusak seperti ini dapat segera dibangun. Di Banten memang masih banyak sekitar seribu lebih bangunan sekolah yang rusak mulai dari tingkat SD sampai SMA. Ungkap WH. (Adityawarman)

Berita Terkait