Sesalkan Tawuran Pelajar, Gubernur Banten Gelar Pertemuan di SMAN 7 Tangsel

Foto: Pemprov Banten

Gubernur Banten Wahidin Halim, Kamis (2/8/2018) mengadakan pertemuan dengan pengelola sekolah yang muridnya terlibat tawuran antara SMK Sasmita Jaya dengan SMK Bhipuri, Selasa (31/7/2018). Tawuran itu mengakibatkan seorang pelajar luka parah dengan samurai yang masih tertancap di bagian wajah korban.

Pertemuan yang bertempat di SMAN 7 Tangerang Selatan ini merupakan bentuk perhatian Gubernur Banten, Wahidin Halim yang menyesalkan atas peristiwa tawuran tersebut. Dia meminta pengelola sekolah melakukan upaya pencegahan (preventif) agar peristiwa serupa tidak terulang.

Pertemuan dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah Biphuri serta Yayasan Sasmita Jaya dan Kepala SMK 1 dan 2 Sasmitajaya, serta disaksikan Kepala Inspektorat Provinsi Banten Kusmayadi, Sekdis Dindikbud Banten Joko Waluyo dan Kabid SMK Dindikbud Banten Wawan.

Gubernur menyatakan prihatin adanya tawuran, dan meminta segera bentuk semacam koordinasi dengan pihak terkait. Koordinasi ini perlu dilakukan untuk memantau area-area yang menjadi tempat berkumpulnya para pelajar. Tempat-tempat itu berpotensi terjadinya tawuran. Gubernur juga meminta Kantor Cabang Dinas (KCD) untuk membuat forum diskusi bersama, antar osis dan antar sekolah baik SMA/SMK Negeri maupun Swasta.

Baca: Tiga Pengguna Sabu-Sabu, Diantaranya Janda Ditangkap Polres Serang

Gubernur Banten mengatakan agar dapat dibangun komunikasi antar kepala sekolah, osis, guru dengan melibatkan pihak Kepolisian dan TNI. “Untuk meningkatkan hubungan dan komunikasi antar sekolah, kita dapat menggelar kompetisi apapun atau pagelaran seni dan budaya. Dengan cara itu, kita perbaiki proses komunikasi pelajar antar sekolah,” katanya.

Sebelumnya, Ahma Fauzan (18 tahun), pelajar SMK Sasmita Jaya Pamulang terkapar di Jalan Raya Puspitek, Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan setelah terjadi tawuran pelajar antara SMK Sasmita Jaya Pamulang dengan SMK Bhipur. Sebuah samurai tertancap di bagian kepala korban.

Menurut warga setempat, saat dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pertolongan, pelajar SMK Sasmita Jaya Pamulang itu masih hidup. Namun, darah terus mengucur dan membasahi seragam putih abu-abu Fauzan.

Penyebab tawuran antara pelajar itu belum diketahui secara pasti. Tiba-tiba, pelajar SMK Sasmita Jaya Pamulang menyerang pelajar SMK Bhipur di Jalan Raya Puspitek. “Senjatanya ngeri-ngeri mas. Ada yang membawa celurit, parang, samurai, gesper berkepala gir, batu dan lain-lain. Satu orang kena tusuk samurai. Katanya dari siswa SMK Sasmita Jaya,” kata seorang warga.

Polisi dari Polres Tangerang Selatan telah menyisir SMK Bhipur maupun SMK Sasmita Jaya. Keterangan yang diperoleh, polisi telah mengantungi identitas pelaku yang menancapkan samurai kepada korban. (Siaran Pers Diskominfo Banten / IN Rosyadi)

Berita Terkait