Sosial

DPC PKB Kabupaten Tangerang Gelar Vaksinasi di Ponpes Al-Badar

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Tangerang, menggelar vaksinasi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al- Badar, Desa Sukamurni, Kecamatan Balaraja. Minggu (3/10/2021).

Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian PKB, untuk mencegah dan melindungi santri, dan masyarakat dari bahaya paparan Covid-19. Acara diikuti oleh 1.000 peserta yang terdiri dari 300 Santri  dan 700 masyarakat umum.

Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang, M Nur Kholis mengatakan, penting untuk dilakukan vaksinasi bagi santri di pesantren yang menganut sistem asrama. Sebab, sistem pembelajarannya mengharuskan santri bertatap muka dengan Ustadz atau Gurunya.

“Kami dari PKB, juga harus membekali para santri agar divaksin,” jelasnya.

Nur Kholis menilai, Ponpes lembaga yang paling siap dalam menghadapi pembelajaran tatap muka (PTM). Sebab, kegiatan para Santri hanya terpusat dilingkungan Ponpes dan dapat dibatasi dari interaksi dengan lingkungan diluar Ponpes.

“Kegiatan di Ponpes mudah dimonitoring. Dari awal masuk sudah di screening (periksa),” ujarnya.

Nur Kholis menambahkan, vaksinasi hari ini sebagai aksi nyata DPC PKB Kabupaten Tangerang, dalam rangka mendukung langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk mempercepat vaksinasi bagi masyarakatnya.

Sebab, Pemkab sampai hari ini baru mencapai 50% warganya yang sudah divaksin. Padahal, target hingga Desember mendatang sebesar 70% – 80%. hal tersebut, guna mencapai terwujudnya herd imunity (kekebalan kelompok).

“Kegiatan hari ini kita Alhamdulilah berjalan lancar. ini bentuk kerja sama antara DPC PKB, Perempuan Bangsa, Garda Bangsa, Ponpes Al- Badar dan Tenaga Kesehatannya dibantu oleh pihak Puskesmas Gembong dan Rumah Sakit Paramita Balaraja,” tuturnya.

Peserta Vaksinasi dari Santriwati kelas 11 Ponpes Al- Badar, Asih Nasution mengungkapkan, dia mengikuti vaksinasi karena berkeinginan sehat dan terhindar dari bahaya paparan virus corona.

Untuk itu, dia tidak takut dalam menghadapi jarum suntik. Selain itu, vaksin juga sudah menjadi syarat untuk melakukan beberapa kegiatan seperti menaiki transportasi umum di Jakarta.

“Kata Mamah ikut aja Vaksin. Karena kan kalo kemana – mana biar gampang,” ungkapnya. (Reporter : Iqbal Kunia / Editor : Sofi Mahalali)

Iqbal Kurnia

Back to top button