Musik

Eskpresi Bertemu Ramadan, Fitriansyah – Amir Rilis Lagu Syukur Nikmat

Fitriansyah Pipit dan Amir Roes merilis lagu Syukur Nikmat sebagai ekspresi masih dipertemukan dengan bulan Ramadan 1443 H.

Lagu tersebut ditulis Fitriansyah Pipit terinspirasi dari kesadaran atas perjalanan hidup pribadinya yang dikembangkan oleh Amir Roez.

Lagu Syukur Nikmat sesungguhnya diluncurkan pada Rabu (6/4/2022) di Chanel Sembilan Production Official, Youtube.

Lagu ini mengingatkan bahwa Allah SWT sangat baik. Allah tetap memberikan kenikmatan pada hambanya, meski si hamba bergelimang dosa.

“Allah SWT pasti akan menambah nikmat kepada kita semua jika selalu bersyukur, seperti termaktub dalam Al-Qur’an di surah Ibrahim ayat 7,” kata Fitriansyah Pipit, Minggu (10/4/2022).

Katanya, Allah telah berjanji, apabila si hamba bersyukur, akan ditambah nikmatnya.

Fitriansyah Pipit menegaskan, perilaku utama yang harus dilakukan manusia di muka bumi ini adalah bersyukur.

Untuk mengaktualisasikan rasa syukur yang paling nyata kepada Allah SWT adalah dengan mendirikan salat 5 waktu yang diwajibkan kepada orang-orang beriman.

Duo Fitriansyah Pipit dengan Amir Roez di lagu Syukur Nikmat berformat grup yang bernama Rock Spiritual Journey.

Mereka merilis lagu tersebut dalam 10 hari pertama Ramadan, sebagai ungkapan rasa syukur karena masih diberikan umur untuk bisa bertemu lagi dengan bulan Ramadan.

“Dalam hadits disebutkan bahwa 10 hari pertama bulan Ramadan adalah fase Penuh Rahmat. Sehingga 10 hari pertama di bulan Ramadan ini kami berharap mendapatkan rahmat dari Allah SWT atas launching lagu Syukur Nikmat,” kata Fitriansyah Pipit.

Amir Roez, musisi legendaris Indonesia mengatakan, Rock Spiritual Journey dirikan bersama Fitriansyah Pipit dari gagasan spontan mereka pada akhir tahun 2021 di Jakarta.

Mereka langsung berproses meramu single Syukur Nikmat yang fondasi lagunya disusun oleh Fitriansyah Pipit dan dikembangkan oleh Amir Roez.

Lagu Syukur Nikmat musiknya diarransemen oleh Toto Tewel Gitaris Elpamas yang fenomenal lewat lagu Pak Tua, track-nya diisi oleh; Toto Tewel (gitar), Mando (keyboard), Harto Toxi (bass), dan Bakar Bufthaim (drum), mixing & mastering dikerjakan Ihwan Zaid.

Lagu tersebut diproduksi di Gana Studio – Bintaro dan Sembilan Pro Studio. Toto Tewel bersama Rock Spiritual Journey jadi Produser musiknya.

Arransemen lagu Syukur Nikmat memadukan beberapa unsur musik, yaitu rock, Arabic, tradisi Jawa, dan lainnya secara sastrawi.

“Kami garap dari endapan memori kami yang muncul kepermukaan untuk meramu musik, juga dari latar belakang musik kami dan daerah asal kami, serta kepekaan kami pada kearifan lokal, sehingga menjadi seperti itu hasilnya,” kata Amir Roez.

Meski non muslim, Toto Tewel yang memyempurnakan dengan arransemen. “Kami berterimakasih dan bersyukur mempunyai sahabat non muslim tersebut yang sangat toleran dalam segala hal, dan tentu saja untuk musik,” kata Amir Roez.

Filosofi dari Rock Spiritual Journey yang menjadi nama grupnya tersebut adalah proses yang semestinya ditempuh oleh setiap individu untuk mengenali diri dan memahami kehidupan, sebagai jati diri dan cara untuk berkompromi dengan dunia.

Tujuan utama perjalanan spiritual bukan sekadar menemukan jawaban, melainkan selalu ingin tahu tentang segala sesuatu dalam kehidupannya.

Filosofi tersebut mereka jadikan tema karya dari grup tersebut yang berkonsep rock.

“Misi dari Rock Spiritual Journey sebenarnya adalah untuk mengingatkan diri sendiri terutama tentang rasa syukur dan membagikannya kepada masyarakat penikmat musik dengan harapan bisa menjadi pengingat bahwa kita harus selalu bersyukur dalam keadaan apapun,” kata Amir Roez yang juga pernah jadi Vokalis Elpamas, dan pengisi original soundtrack film layar lebar Kristal Kristal Cinta, Catatan Si Boy 2, dan lainnya.

Amir Roez mengatakan, relevansi lagu Syukur Nikmat dengan situasi Indonesia pada saat ini untuk mengembalikan kita semua agar beryukur atas segala nikmat apapun bentuknya.

Situasi sosial masyarakat saat ini akan jadi titik balik untuk kita semuanya supaya kembali menuju kondisi lebih baik, seperti perekonomian, dan lain sebagainya. (Muhammad Fadhli / Editor: Iman NR)

Muhammad Fadhli

SELENGKAPNYA
Back to top button