Tujuh Peserta Sanggar Seni Terseret Ombak di Cihara, 3 Dalam Keadaan Kritis

Foto: Sofi Mahalali

Tujuh peserta Sanggar Seni Yudhasari tenggelam diseret ombak di Pantai Kesik Notos, Desa Ciparahu, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Minggu (8/7/2018), sekitar pukul 11.00 WIB. Ketujuh korban dapat diselamatkan, namun tiga korban dalam keadaan kritis dan dibawa ke RSUD Malingping.

Ketujuh korban tenggelam yang diselamatkan di tempat kejadian adalah Riswara , Mamak (21), Marjuki, dan Sahrul (14). Sedangkan korban yang keadaan kritis dan dibawa ke RSUD Malingping adalah Muhniar (18), Yuliana (20) dan Maryani (18). Ketujuh korban itu berasal dari Kampung Yudha, Desa Mander Bandung, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang.

Para korban tersebut merupakan peserta dari rombongan Sanggar Seni Yudhasari yang melakukan acara tahunan yaitu roadshow pementasan seni dan menginap di Villa Kuning, Desa Ciparahu, Kecamatan Cihara, Lebak.

Jupri, Nelayan setempat yang menyelamatkan korban mengatakan, pada saat kejadian ia sedang berada di rumah. Ia mendapatkan informasi berawal dari anak laki-lakinya memberi tahu telah terjadi orang hanyut di pantai. Jepi langsung pergi ke tempat kejadian, mencoba menyelamatkan korban dengan dibantu warga sekitar dan peserta rombongan sanggar seni yang lainnya.

Baca: Lomba Burung Berkicau Kapolres Serang Cup Digelar di Stadion MY Serang

Abi tadina mah teu apal, nah harita anak abi anu lalaki nyamperkeun ka imah ngudag. Cenah pa aya anu katilekep di laut, atu abi langsung lumpat. Kacamata renang ge poho teu kabawa, balik deui ja pasti dibutuhkeun. Nah pas nyalametkeun mah abi dibantu ku warga anu lain jeung rombongan (Saya tadinya tidak tahu. Anak saya yang lelaki mendatangi saya ke rumah. Katanya ada keseret ombak ke laut. Saking buru-burunya, kacamata untuk menyelam lupa ke bawa, jadi balik lagi. Penyelematan ini dibantu warga dengan peserta rombongan,” ucap Jupri.

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, penjaga Vila Kuning, tempat rombongan menginap sebenarnya menghimbau agar rombongan tidak berenang di area pantai tersebut. Sebab, pantai itu tidak digunakan untuk aktivitas berenang. Bahkan, penjaga Vila Kuning menyarankan agar berenang di Pantai Pasput sebelah timur yang biasa digunakan untuk berenang. Namun himbauan penjaga Vila Kuning tidak digubris peserta rombongan.

Mardani, peserta Sanggar Seni yang ikut berenang di pantai mengatakan, para rombongan baik laki-laki dan perempuan awalnya berenang di pinggir pantai. Untuk peserta perempuan hanya sebentar, dan untuk laki-laki masih tetap melakukan kegiatan renang di pantai sampai ombak berubah menjadi besar.

“Awalnya kita cuma main di pinggir pantai, kalau perempuannya itu cuman sebentar renangnya. Kalau yang laki-laki kita tetap disitu, nah tiba-tiba ombak berubah menjadi besar sehingga terjadilah situasi teman kami hanyut. Saya juga sempat hanyut namun beruntung yang lain itu bisa menepi ke pinggir pantai,” jelasnya saat dimintai keterangan di Villa Kuning. (Sofi Mahalali)

Berita Terkait