Internasional

Gaza Tak Dipasok Makanan, Yaman Ancam Cegat Kapal Kargo ke Israel

Angkatan Bersenjata Yaman mengeluarkan sebuah pernyataan peringatan bahwa pihaknya akan mencegat semua kapal kargo dan lainnya, dari negara manapun asalnya, yang akan menuju Israel jika Gaza tidak menerima makanan dan obat-obatan.

Pernyataan itu dipublikasi juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Yahya Saree pada Sabtu (11/12) malam, dilansir Reuters.

“Jika Gaza tidak mendapat makanan dan obat-obatan yang diperlukan, semua kapal di Laut Merah yang menuju pelabuhan Israel, berasal dari negara manapun, akan menjadi target pasukan bersenjata kami,” tulis pernyataan tersebut, menurut Reuters.

Militer Yaman memperingatkan semua perusahaan ekspedisi agar tidak bekerja sama dengan rezim Israel, mengatakan bahwa larangan tersebut menyusul keberhasilan operasi Yaman untuk mencegah kapal – kapal kargo dan lainnya milik Israel berlayar di Laut Arab dan Laut Merah.

Sejak perang di Gaza meletus pada 7 Oktober, militer Yaman telah meluncurkan sederet operasi terhadap kapal-kapal yang berafiliasi dengan Israel di Laut Merah.

Mereka juga melakukan serangan rudal dan drone terhadap posisi Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina di wilayah yang terkepung tersebut.

Pernyataan Hamas

Sementara itu, Kelompok Hamas Palestina, (9/12) mengatakan Israel tidak menunjukkan kepedulian terhadap kehidupan warganya yang menjadi tawanan di Gaza, menyusul kegagalan pasukan Israel itu untuk membebaskan seorang tentara Israel yang ditahan kemudian tewas.

“Tentara pendudukan (Israel) membayangkan kemungkinan membebaskan tawanannya melalui petualangan yang gegabah, menegaskan sekali lagi bahwa mereka tidak peduli dengan kehidupan para tahanan Zionis di Gaza,” kata Hamas dalam pernyataan di Telegram.

“Upaya Brigade Al-Qassam untuk menggagalkan upaya tentara pendudukan teroris untuk menjangkau salah satu tawanan Israel, yang mengakibatkan jatuhnya korban di antara pasukan pendudukan yang maju, menggarisbawahi keberanian dan kewaspadaan perlawanan kami yang gagah berani,” tambahnya.

Hamas menegaskan tekadnya untuk terus menggagalkan semua rencana tentara Israel dan tujuannya di Jalur Gaza. “Pasukan Israel menyerang ambulans milik lembaga kemanusiaan untuk menyembunyikan operasinya,” kata Hamas.

Hamas menilai tindakan ini sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional yang merupakan kejahatan perang.

Kelompok Palestina itu meminta komunitas internasional untuk mengecam secara tegas tindakan Israel dan meminta pertanggungjawaban “entitas teroris” ini atas kejahatannya.

Sebelumnya masih pada Sabtu, tentara Israel memberi tahu keluarga salah satu tentaranya tentang kematian anggotanya itu, sehari setelah Brigade Al-Qassam mengumumkan pada Jumat malam bahwa dia terbunuh dalam upaya gagal pasukan Israel untuk membebaskannya. (Sumber: LKBN Antara)

Editor Iman NR

Iman NR

Back to top button