Gubernur Nilai Pendamping dan Operator PKH Pejuang Murni Kesejahteraan Masyarakat Banten

Foto: Subag Peliputan dan Dokumentasi Pemprov

Gubernur Banten, Wahidin Halim menilai, para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan pejuang-pejuang murni yang setiap waktu mendampingi masyarakat, memberikan pembinaan pendidikan, kesehatan maupun perkonomian keluarga. Mereka mau melakukan pekerjaan yang luar biasa tanpa melihat honor yang diterimanya.

Demikian dikemukakan Gubernur Banten Wahidin Halim didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Nurhana saat memberikan pembinaan kepada 345 pendamping dan operator PKH Provinsi Banten se-Tangerang Raya di GOR Tara kinzaka Pinang, Kota Tangerang, Jumat,(16/11/2018).

“Ternyata orang-orang yang berhasil itu, orang yang mau mengikhlaskan dirinya untuk kepentingan masyarakat ketika kita berbuat banyak untuk membela saudara kita, tetangga kita dan orang yang tidak mampu, maka Allah kasih kesempatan kepada kita. Jadi tujuan utama kita harus banyak sedekah dengan ikhlas maka Allah akan memberikan imbalan keberkahan buat kita,” ujar Gubernur.

Menurut Gubernur, penyelenggaraan kesejahteraan sosial sebagai amanat UU No.11 tahun 2019 merupakan mutlak dan harus dilaksanakan, terutama dikaitkan dengan mewujudkan Banten yang sejahtera dan tatanan masyarakat yang berakhlakul karimah.

Baca: Wagub Banten Serahkan Bansos Lansia, Anak dan Penyandang Disabilitas

Suksenya penyelenggaraan sosial di Banten tidak terlepas dari peran pemerintah, masyarkat dan pendamping serta operator PKH sebagai ujung tombak program penanggulangan kemiskinan. Pendamping dan operator berperan penting dalam pelaksanaan PKH karena bersentuhan langsung dengan keluarga penerima manfaat (KPM) PKH.

Gubernur mengharapkan kepada pendamping PKH untuk menjelaskan kepada masyarakat, agar tidak konsumtif. Mereka harus didorong untuk melakukan krativitas ekonomi seperti halnya membuat kue. Ini harus dibimbing karena biasanya kelemahan dikita dari kemasannya.

“Pada pertemuan selanjutnya saya mengharapkan kepada Dinsos untuk menampilkan hasil pembinaan PKH ini,nanti mana yang kita angkat untuk menjadi unggulan didalam pembinaan yang berbasis ekonomi,nanti kita kerjasama dengan UMKM dan CSR untuk kita bantu modalnya,” kata Gubernur.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Nurhana melaporkan, tujuan pembinaan PKH untuk memingkatkan, mempererat dan memperkokoh team work yang telah ada dan terjalin antara pendamping, Oprator dan Dinas Sosial. selain itu untuk meningkatkan motivasi dan semangat kerja para pendamping dan oprator PKH dalam menjakankan tugas pendapingan dan tugas sosial lainya.

Tugasnya pendamping PKH adalah mendampingi 200-300 keluarga penerima manfaat (KPM). Jumlah KPM untuk Kota tangerang sebanyak 33.114 KPM,Kota Tangerang Selatan 8.485 KPM dan Kabupaten Tangerang 49.500 KPM,masing masing KPM menerima bantuan sebesar Rp.1.890.000. (IN Rosyadi)

Berita Terkait