Ramah, Lansia Miskin di TanjungJaya Pandeglang Tak Pernah Tersentuh Bantuan Sosial
Di tengah gencarnya berbagai program bantuan sosial (bansos) yang dikucurkan pemerintah pusat maupun di daerah, sebuah kenyataan pahit masih tersembunyi. Ramah (70 tahun), seorang ibu lanjut usia (lansia) warga Kampung Cipakis RT 002/004, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan hidup paling mendasar, yaitu membeli beras dan kebutuhan pokok lainnya.
Yang lebih memilukan, Ramah yang bertahan hidup dari usaha mencari kayu bakar dari hutan, mengaku belum pernah merasakan sepeser pun bantuan dari program pemerintah mana pun.
Kondisi ini seolah menampar wajah program pengentasan kemiskinan yang terus digembar-gemborkan pemerintah.
Dengan air mata berlinang, IRamah yang sehari-hari memperoleh uang dari hasil menjual kayu bakar seharga 2 ribu hingga lima ribu rupiah, menyampaikan harapannya kepada pemerintah.
“Ya, saya sudah belasan tahun, belum pernah dapat bantuan dari pemerintah. Harapan saya, tolong kepada pemerintah, saya juga ingin mendapatkan bantuan seperti yang lain,” pinta Ramah kepada wartawan saat ditemui di kediamannya, belum lama ini.
Pernyataan memilukan Ramah, diamini oleh Marsid, tokoh masyarakat setempat. Ia membenarkan, bahwa Ramah selama ini tidak pernah tersentuh oleh berbagai jenis bantuan sosial yang disalurkan pemerintah.
“Ya, benar Kang. Beliau itu tidak pernah mendapatkan bantuan dari program apa pun dari pemerintah. Untuk makan, sering diperoleh dari pemberian tetangga rumah. Sementara terkait data, sepertinya dia tidak termasuk di DTSEN (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial),” ungkap Marsid, memberikan penjelasan atas absennya Ramah dari daftar penerima bantuan.
Kasus Ramah ini, memicu desakan dari warga setempat agar pemerintah desa dan instansi terkait turun tangan. Warga menuntut adanya evaluasi dan verifikasi ulang data penerima bansos.
Harapannya, tidak ada lagi warga miskin yang benar-benar membutuhkan, namun justru terlupakan dalam pendataan.
Sayangnya, hingga berita ini dikirim ke redaksi, pihak Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Panimbang, belum memberikan respons atau tanggapan resmi saat dikonfirmasi oleh awak media terkait nasib malang yang menimpa warganya.
Kini publik menanti tindakan nyata dari pemerintah untuk memastikan keadilan sosial benar-benar menyentuh seluruh lapisan masyarakat, tanpa ada satu pun warga miskin yang terabaikan, seperti yang dialami Ramah. (Penulis : Daeng Yusvin)










