PVMBG Imbau Wisatawan Tak Dekati Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat, khususnya wisatawan, agar tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK) selama status Level III (Siaga) masih diberlakukan.
Imbauan tersebut, disampaikan menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik gunung api yang berada di Perairan Selat Sunda, sejak awal Juli 2026.
Imbauan itu disampaikan Anggi Nuryo Saputro, Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Anak Krakatau yang bertugas di bawah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Kantor Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Anak Krakatau, Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Anggi, peningkatan status gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), resmi diberlakukan sejak 2 Juli 2026 berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap peningkatan aktivitas vulkanik.
“Memang benar, terhitung sejak 2 Juli 2026, status Gunung Anak Krakatau dinaikkan menjadi Level III atau Siaga,” ujar Anggi.
Ia menjelaskan, sejak status dinaikkan menjadi Level III, telah terjadi dua kali erupsi dengan ketinggian kolom sekitar 200 meter di atas puncak kawah.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan, karena aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dinamika magma di dalam tubuh gunung.
Anggi menegaskan, larangan mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau, sebenarnya telah diberlakukan sejak status Level II (Waspada).
Setelah aktivitas meningkat dan status berubah menjadi Level III (Siaga), masyarakat diminta lebih disiplin mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan PVMBG.
“Untuk wisatawan atau pengunjung, sejak status Waspada, sebenarnya sudah dilarang mendekat. Terlebih, sekarang terjadi perubahan aktivitas yang cukup intensif,” katanya.
PVMBG merekomendasikan, agar masyarakat, wisatawan, nelayan, maupun pihak lain tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat kawah aktif Gunung Anak Krakatau selama status Siaga masih berlaku.
Selain itu, Anggi mengingatkan masyarakat, agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial apabila tidak berasal dari sumber resmi.
“Kami mengimbau, masyarakat jangan percaya informasi atau berita hoaks yang berseliweran di media sosial. Ikuti informasi resmi dari PVMBG agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tidak menimbulkan kepanikan,” tegasnya.
Terkait aktivitas transportasi, Anggi memastikan, hingga saat ini aktivitas pelayaran di Perairan Selat Sunda masih berlangsung normal dan belum terdampak peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Sementara untuk sektor penerbangan, PVMBG terus memantau perkembangan aktivitas gunung api, termasuk potensi sebaran abu vulkanik.
Apabila terjadi erupsi yang berpotensi memengaruhi keselamatan penerbangan, informasi akan segera diteruskan kepada otoritas navigasi penerbangan sesuai prosedur yang berlaku.
“Untuk aktivitas perhubungan dan pelayaran, saat ini masih normal. Sedangkan untuk penerbangan, apabila terjadi erupsi, kami akan memberikan informasi kepada pihak navigasi sebagai dasar penerbitan peringatan penerbangan,” jelasnya.
Anggi menambahkan, Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau bersama PVMBG, terus melakukan pemantauan selama 24 jam melalui pengamatan visual, aktivitas kegempaan, deformasi, emisi gas, citra satelit, serta parameter vulkanik lainnya.
Ia mengimbau masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan selalu mengikuti informasi resmi melalui PVMBG, aplikasi MAGMA Indonesia, BMKG, BPBD, maupun instansi pemerintah yang berwenang.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Karena itu, kami mengajak semua pihak mematuhi rekomendasi PVMBG dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya,” terang Anggi. (Penulis : Daeng Yusvin)











