Gubernur Banten Akan Uji Sirine, Shelter dan Lapangan Evakuasi Mandiri Pada HKB

Foto: Adityawarman

Gubernur Banten, Wahidin Halim direncanakan akan melakukan uji sirine, uji shelter (tempat evakuasi) dan uji lapangan evakuasi mandiri pada apel Hari Kesiapsiagaan Bencana yang digelar tanggal 26 April 2018. Rapat persiapan itu tersebut berlangsung di Kantor BPBD Banten, Kamis (5/4/2018).

“Rencananya HKB akan digelar berupa apel kesiagaan di Kabupaten Serang, tepatnya belum ditentukan karena melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Apel ini melibatkan satuan bencana, para relawan, TNI, POLRI dan pihak-pihak yang terkait,” kata Sumawijaya, Kepala Pelaksana (Kala) BPBD Banten kepada MediaBanten.Com.

Sementara itu, M Juhriyadi, Kabid Pencegahan dan Kesiagaan BPBD Banten mengatakan, sebelum puncak kegiatan berupa apel kesiagaan, BPBD Banten juga menggelar Siaga Bencana dan Jambore Relawan Bencana mulai tanggal 23-25 April 2018. Gelaran ini akan berfokus pada peningkatan keterampilan Relawan Bencana, penambahan pengetahuan, advokasi penanggulangan bencana untuk stakeholders dan masyarakat serta sosialisasi kebencanaan.

M Juhriyadi mengatakan, hasil penelitian tentang kebencanaan menyebutkan, korban yang selamat dalam durasi “golden time” yang disebabkan oleh kesiapsiagaan diri sendiri, dukungan keluarga, teman-teman, dukungan orang sekitarnya dan lain-lain. “Tetapi yang lebih penting sebenarnya penguasaan kesiapgsiagaan diri sendiri,” ujar Juhriyadi.

Baca: Mensos Kukuhkan Andika Hazrumy Jadi Pembina Wilayah Tagana

Faktanya, masih banyak masyarakat yang kurang pemahaman dan kesadaran masayarakat terhadap karakteristik bencana dan risikonya, kurang kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam mengahadapi ancaman bencana, kurangnya pelatihan secara terpadu dan periodik. Karena, kewaspadaan dan kesiapsiagaan bencana belum menjadi budaya di Indonesia, termasuk di Provinsi Banten.

“Karena itu, apel Hari Kesiapsiagaan Bencana pada tanggal 26 April 2018 itu memiliki tiga tujuan umum, yaitu memperingati sebelas tahun disahkannya UU No.24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, mempromosikan kegiatan latihan kesiapsiagaan bencana yang akan dilakukan serentak secara nasional dan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana,” kata M Juhriyadi.

Sedangkan tujuan khusus apel ini adalah meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam menghadapi resiko bencana berdasarkan potensi di daerah masing-masing, meningkatkan partisipasi dan membangun budaya gotong royong, kerelawanan serta kedermawanan  baik di tingkat pusat mapun daerah. Kemudian, kegiatan apel ini juga untuk mengetahui capaian atau tolok ukur tingkat kesiapsiagaan masyarakt di pusat mapun daerah menghadapi ancaman bencana.

Dalam rapat yang digelar di Kantor BPBD Banten terungkap apel itu memilik kegiatan utama berupa uji sirine atau tanda peringatan dini, uji shelter atau tempat evakuasi, uji lapangan evakuasi mandiri pada lingkungan sekolah/madrasah, pengelola tempat layanan publik, pengelola gedung bertingkat dan pemukiman masyarakat. (Adityawarman)

Berita Terkait