Ekonomi

Harga Bright Gas 12 Kg Naik di Ciruas, Warga Beralih ke Gas Subsidi 3 Kg

Harga Bright Gas ukuran 12 Kg produks PT Pertamina naik dari Rp120.000 menjadi Rp190.000 di tingkat agen gas di Kabupaten Serang. Kenaikannya mencapai Rp70.000 per tabung.

Kenaikan Bright Gas ini menyebabkan banyak warga yang beralih kembali menggunakan gas subsidi berukuran 3 Kg atau disebut tabung melon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun saat bersamaan, harga gas elpiji bersubsidi ukuran 3 Kg juga mengalami kenaikan. Diduga, ini disebabkan naiknya kebutuhan terhadap gas bersubsidi tersebut.

Hingga Rabu (16/3/2022), kenaikan tabung gas subsidi ukuran 3 Kg itu dari Rp20.000 per tabung menjadi Rp25.000 per tabung.

Mastur, penjual gas di Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang mengatakan, kenaikan harga gas elpiji 3kg di wilayahnya terhitung sejak satu minggu terakhir.

“Akhir-akhir hari ini banyak pembeli seperti pedagang gorengan yang biasa beli 12 kilogram sekarang nyari yang 3 kilogram ke warung-warung, sampai stok kami juga habis,” kata pria berusia 50 tahun saat ditemui di warung sembako miliknya, Rabu (16/3/2022).

Ia mengatakan, untuk harga gas elpiji 3kg di pasaran wilayahnya relatif berbeda-beda dari agen satu dengan yang lainnya.

Dia mengaku harus menyesuaikan harga jualnya. Dari agen menjual tabung gas elpiji 3kg yakni dengan harga Rp22.000 sehingga ia menaikkan harga gas elpiji 3kg untuk dijual pada tingkat warung sebesar Rp24.000.

“Iya dari agennya sekarang Rp22.000 yang biasanya hanya Rp20.000, kami mah cuman ambil untung satu gas itu Rp2.000 aja,” katanya.

Menurut Mastur, kenaikan harga gas elpiji 3kg tersebut dikeluhkan oleh para pelanggan warungnya. Bahkan saat ini dirinya pun tidak kembali melakukan stock gas elpiji 12kg lantaran sepi peminat.

“Udah engga jual yang 12 Kg. Kalau ada yang mau pesen baru saya ambil dari agennya gitu aja. Karena masih sepi peminatnya,” ujarnya.

Mastur berharap pemerintah bisa mengendalikan harga karena pihak pedagang cukup keberatan dengan harga gas elpiji yang melabung tinggi di tengah kebutuhan pokok yang juga turut mengalami kenaikan.

“Harapanya sih segera stabil harganya supaya masyarakat juga tidak keberatan, apalagi ini sebentar lagi menghadapi bulan Ramadhan pasti kebutuhan nya lebih banyak lagi,” katanya. (Reporter: M Uqel / Editor: Iman NR)

M Uqel

SELENGKAPNYA
Back to top button