HPN 2021: Mancing Bareng dan Tanam Pohon di Taman Geger Cilegon

Para wartawan di Kota Cilegon memperingati Hari Pers Nasional (HPN) dengan cara menanam pohon dan mancing bareng, Jumat (5/1/2021)

Acara ini dihadiri Walikota Cilegon Edi Ariadi, Walikota Cilegon terpilih Helldy Agustian, Dandim 0623 Cilegon Letkol (Inf), Wahyu Ageng Romadhon, Kabag Ops Polres Cilegon, Kompol Bambang Supeno, Kadis Kominfo Cilegon, Aziz Setia Ade Putra, Asda I Kota Cilegon Tb. Dikrie Maulawardhana, Pjs Sekda Cilegon, Maman Mauludin, dan seluruh perwakilan wartawan yang bertugas di Kota Cilegon.

Meskipun dalam kondisi pandemi dan penuh dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, keceriaan terlihat pada Forum Komunikasi Daerah (Forkopimda) Kota Cilegon yang mengikuti acara tersebut.

Walikota Cilegon mengapresiasi adanya kegiatan HPN dengan melakukan penanaman pohon dan mancing bersama. Hal itu menjadi baik terutama untuk lingkungan di kota industri.

“Kami apresasi, kegiatan ini sangat bagus, dimana wartawan peduli dengan lingkungan. Menanam pohon dan mancing aktifitas yang positif,”ujar Walikota Edi Ariadi.

Edi Ariadi menyampaikan, dengan penanaman pohon di Taman Geger Cilegon menandakan baik pemerintah, TNI, kepolisian dan wartawan harus terus berjuang, terutama bangkit di tengah pandemi.

“Monumen Geger Cilegon ini menjadi tanda jika semuanya harus bersatu dan berjuang untuk bangkit ditengah pandemi. Pemerintah, TNI dan kepolisian harus bergandengan tangan dalam penanganan pandemi,” imbuhnya.

“Pers sebagai lembaga penyambung lidah rakyat dan pemerintah, harus menjalankan pilar keempat demokrasi. Termasuk bisa membantu pemerintah dalam menambah wawasan masyarakat,”terang Edi Ariadi disela-sela acara mancing bareng di danau Pemkot Cilegon.

Ditempat yang sama, Walikota Cilegon terpilih Helldy Agustian mendukung kegiatan dalam memperingati HPN, agar para pewarta untuk tetap bersama-sama sinergis dalam berbagai hal.

“Kami harap peran wartawan juga bisa sinergis bersama-sama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana HPN Kota Cilegon Himawan Sutanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud sinergritas pewarta dengan unsur pejabat daerah di Kota Cilegon.

“Hari Pers Nasional ini sebagai harinya kita pewarta di seluruh Indonesia, acara ini juga di dukung langsung oleh Pemkot Cilegon,” katanya.

Rangkain kegiatan diawali dengan bersih-bersih di lokasi monumen Geger Cilegon dan penanaman pohon, sebagai bentuk kepedulian wartawan terhadap persoalan lingkungan.

“Semaraknya acara ini walaupun di batasi dengan prokes, berkat sinergi kita bersama pemerintah daerah,” ujar Jeo sapaan sehari-hari Himawan Sutanto.

Lanjut Jeo, acara dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional, merupakan cerminan dari pengawal pemerintah. Menanam pohon memiliki filosofi menjaga alam. Dan menancing ikan, mencerminkan kesabaran dari setiap tugas yang diemban pewarta.

“Semuanya memiliki filosofi yang positif. Kami harap dengan sinergitas kita bersama pemda Cilegon, kita akan terus memberikan informasi yang positif bagi masyarakat, khususnya Cilegon,” tandasnya.

Monumen Geger Cilegon untuk mengingat peristiwa perlawanan bersenjata rakyat Banten terhadap kekuasaan pemerintah Hindia Belanda yang terjadi pada tanggal 9 Juli 1888. Taman ini berlokasi di Jl. Raya Merak-Tirtayasa No.11, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon.

Monumen Geger Cilegon sempat terbengkalai bertahun-tahun, namun kini monumen tersebut menjadi menarik, bahkan dilengkapi dengan arena jogging track. Hasil revitalisasi monumen ini pun telah diresmikan, pada Ahad (10/11/2019).

Letkol Arm Rico Sirait usai acara mengatakan, inisiatif ini berawal dari adanya masukan awak media terkait kondisi monumen Geger Cilegon yang terbengkalai.

Di sisi lain, ia pun menerima informasi jika peristiwa Geger Cilegon adalah kisah kepahlawanan yang cukup terkenal di Banten.

“Awalnya saya dapat informasi dari teman media, tuh monumen Geger Cilegon terbengkalai. Lalu di hari lainnya, saya diberi informasi dari Pangdam, kalau perjuangan rakyat Banten itu yang paling terenal adalah Geger Cilegon. Di situlah saya merasa seperti disambar kilat, monumen Geger Cilegonnya kan di pinggir markas,” katanya.

Setelah itu, ia pun menyampaikan usulan revitalisasi ke Korem 064 MY dan Pemkot Cilegon. Pemkot kemudian mengarahkan agenda tersebut melalui program CCSR. “Total anggarannya itu kurang lebih Rp 600 juta,” ujarnya.

Menurut Rico Sirait, tujuan dari revitalisasi ini agar monumen lebih disukai oleh masyarakat Kota Cilegon. Sehingga masyarakat bisa mendatangi monument, dan mempelajari sejarah-sejarah Geger Cilegon.

“Di monumen itu kami beri prasasti juga, isinya berupa informasi seputar Geger Cilegon. Kemudian kami buatkan juga jogging track, sehingga monumen ini selain untuk belajar secara, jadi tempat olah raga sekaligus selfie,” tuturnya. (daeng yus)

Yusvin Karuyan

Berita Terkait