Ini Kisah 3 Mobil Truk Coba Sebrangkan Pemudik Merak-Bakauhuni

Lagi polisi di Merak, Kota Cilegon, menahan tiga mobil truk yang membawa puluhan pemudik dantiga unit sepeda motor. Pemudik itu tujuan Lampung melalui Pelabuhan Penyeberangan Merak.

“Ketiga mobil truk diamankan pada Jumat dinihari (22/5/2020). Satu unit diamankan di pos check point Pelabuhan Merak. Dua truk diamankan saat sedang membeli tiket penyeberangan di loket penjualan tiket online di Cikuasa Atas Merak,” ujar Iptu Suryana, Perwira Pengawas Polsek Merak.

Iptu Suryana mengatakan, mendapat perintah melakukan patroli. Setelah petugas di pos check point di dalam area pelabuhan mebemukan satu truk bermuatan 18 pemudik, Jumat (22/5/2020) pukul 24.30 Wib.

“Dari bak mobil truk yang ditutup terpal, petugas di pos check point Merak, mendapati 18 pemudik berikut tiga unit sepeda motor yang akan menuju Lampung,” kata Iptu Suryana.

Perintah Patroli

Dari temuan itu, Kapolsek Merak, AKP Rifki Seftirian memerintahkan untuk berpatroli dan pemantauan terhadap setiap mobil truk yang datang dari arah Jakarta dengan tujuan Merak.

Polisi melakukan memeriksa 2 truk yang mencurigakan saat membeli tiket di loket penjualan penyeberangan secara online yang berlokasi di Rumah Makan Padang Mato Aie di Lingk Cikuasa Atas, Merak.

“Dari belakang jok pengemudi dan kernet mobil truk nopol BE 9601 C, ditemukan enam orang pemudik. Dari mobil truk nopol BE 9450 C ditemukan 5 orang pemudik, juga disembunyikan di belakang jok pengemudi dan kernet,” ujarnya.

Kanit Patroli Unit Lantas Polres Cilegon, Ipda Aries Munandar mengatakan truk yang membawa 18 penumpang berikut tiga unit sepeda motor diamankan dan dibawa ke Polres Cilegon, guna menjalani proses lebih lanjut.

Chek Point

Ke-18 pemudik diarahkan kembali ke tempat asal kedatangan. Untuk 2 truk yang membawa 11 pemudik, polisi berikan sanksi tilang dan bisa melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan.

“Namun ke 11 penumpangnya, kami arahkan kembali ke tempat asal keberangkatan,” terang Ipda Aries Munandar.

Sarnuri (32), warga Pringsewu Lampung yang diamankan dari mobil truk nopol BE 9601 C mengatakan, bersama teman-temannya berangkat dari Kapuk, Jakarta Utara. Diakui, dia dalam perjalanan mudik ke kampung halaman di Pringsewu.

Sarnuri dan teman-temannya diberangkatkan mudik oleh bos mereka menggunakan kendaraan Travel Asalam Manunggal yang telah dipesan melalui Travel di Pringsewu.

Mobil Travel

“Setelah mobil dipesan bos, kami dijemput mobil travel Asalam Manunggal di mess kami di daerah Kapuk, Jakarta Utara. Namun oleh supir travel, setiba di SPBU Balaraja Tangerang, kami dipindahkan ke dua unit truk ini,” tutur Sarnuri.

Pemudik lainnya meminta agar pihak berwenang menindak perusahaan Travel Asalam Manunggal yang telah menelantarkan mereka.

“Kami minta agar perusahaan Travel Asalam Manunggal diproses. Mereka (travel) dibayar oleh bos kami. Mereka menjanjikan bisa membawa kami sampai di Pringsewu. Namun yang terjadi, kami dioper ke truk, dan kami sekarang diturunkan oleh polisi di Merak,” ujarnya.

Pendi, Pengemudi truk BE 9601 C mengaku mengangkut sembako dari Jawa Tengah. Saat mengisi bahan bakar di SPBU Balaraja diminta tolong pengemudi Travel untuk membawa 11 orang penumpang sampai Pelabuhan ASDP Bakauheni.

“Saya dengan mobil teman saya hanya dimintai tolong untuk membawa 11 orang cukup sampai diluar Pelabuhan Bakauheni, dan dikasih uang Rp 2.200.000. Nanti di Bakauheni ada mobil Travel Asalam Manunggal yang menunggu,” terang Pendi.

Sebelumnya, Pos Check Point di Merak dan Gerem sudah beberapa kali mengamankan mobi truk diesel yang ditutup terpal, mobil losbak, dan mobil travel yang membawa pemudik ke Pulau Sumatera. Ini dibenarkan Dirlantas Polda Banten, Kombes Pol Wibowo.

“Truk berikut dengan penumpangnya kita arahkan untuk putar balik,” ujar Dirlantas, Kamis dinihari (21/5/2020).

Menurut Wibowo, tindakan untuk memutarkan balik kendaraan, sesuai dengan aturan pemerintah melarang mudik Lebaran untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

Dari data Ditlantas Polda Banten secara keseluruhan di pos check point se-Banten, per tanggal 24-20 Mei 2020, jumlah kendaraan yang diputar balik sebanyak 6.933 kendaraan. Di antaranya 2.913 kendaraan bermotor, 3.727 kendaraan pribadi dan 283 kendaraan umum. (yusvin)

Yusvin Karuyan

Next Post

Dua Hari Nginap di SPBU, Pemudik Tak Diizinkan Menyeberang di Merak

Jum Mei 22 , 2020
Iwan (27), pemudik yang berkerja buruh bangunan dan teman sekampung sudah dua hari “menginap” di SPBU Merak. Mereka dengan 7 motornya tidak diizinkan menyeberang di Pelabuhan Merak menuju Bakauhuni. Mengaku sudah tidak memiliki uang, Iwan dan temannya mengaku harus memutuskan kembali ke kampung karena sudah tidak memiliki penghasilan untuk bertahan […]