Keluarga Ghozali Aziz Wakafkan Tanah Untuk Museum Bantam, Gubernur dan Wagub Tidak Respon

museum bantam

Keluarga Besar Ghozali Aziz berencana mewakafkan tanah seluas 4 hektar yang akan digunakan sebagian untuk Museum Bantam yang desainnya berbentuk replika kapal VOC yang dikendarai Cornelis De Houtman. Kapal itu mendarat di Banten pada tanggal 27 Juni 1596.

Sebagian lagi dari tanah wakaf itu bisa digunakan untuk dermaga kapal wisata yang berkapasitas penumpang 150 orang. Kapal wisata itu merupakan bantuan dari pemerintah pusat yang dihibahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.

“Saya mewakili keluar besar sudah menyampaikan niatan untuk mewakafkan tanah yang berada dekat Pantai Gope, Karanghantu. Ini sebagai wujud keperdulian keluarga besar kami, sekaligus juga sebagai bukti bahwa kami bukan tidak setuju dengan revitalisasi Kawasan Banten Lama. Kami hanya ingin revitalisasi itu dilakukan secara benar dan tidak menghilangkan nilai-nilai sejarah,” kata Firdaus Ghozali, anggota DPRD Kota Serang dari Partai Demokrat yang dihubungi MediaBanten.Com, Kamis (8/9/2019).

Keingingan mewakafkan tanah dari Keluarga Besar Ghozali Aziz itu sudah disampaikan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Serang. “Responnya cukup baik, tinggal mekanisme dan prosedurnya ditempuh,” katanya.

Baca:

Mengirimkan Pesan

Firdaus Ghozali mengaku sudah menyampaikan hal tersebut kepada Gubernur Banten, Wahidin Halim melalu pesan WA. Sedangkan kepada Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy, dia juga mengaku sudah mengirimkan pesan melalui orang-orang Wakil Gubernur Banten yang dipercaya bisa menyampaikan pesan tersebut.

“Tetapi dari keduanya, yaitu Gubernur dan Wakil Gubernur hingga hari ini tidak ada respon. Biasa-biasa saja tuh. Ya tidak apa-apa. Keluarga kami itu memang pemilik tanah di sana dan berniat baik untuk mewakafkan, bukan menghibahkan. Tolong ya, kami mewakafkan tanah 4 hektar untuk kepentingan Kawasan Banten Lama,” katanya.

Menurut Firdaus, Pemerintah Pusat dalam APBN tahun 2019 telah menganggarkan pembangunan Museum Bantam yang berbentuk replika kapal yang ditumpai Cornelis De Hutman. Jumlah anggarannya sekitar Rp100 miliar. Dan, secara terpisah, pemerintah pusat juga menghibahkan kapal wisata berkapasitas 150 penumpang yang akan digunakan di sekitar Kawasan Banten Lama.

Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Banten, Mukodas Syuhada atau dikenal dengan Das Albantani mengatakan, Bentuk Museum Bantam direncanakan merupakan replika dari salah satu kapal VOC. Materialnya menggunakan Strand Woven Bamboo (SWB.) dengan dimensi 159.6 m x 27 m x 9 m.

Museum ini terdiri dari 3 lantai dengan lantai pertama untuk Masjid dan kompleks Kesultanan Banten, lantai kedua dan ketiga untuk diorama suasana Kesultanan Banten pada saat Cornelis De Houtman berlabuh di Banten dan lantai geladag adalah ruang publik untuk menikmati suasana pesisir Teluk Banten.

Biaya yang dibutuhkan untuk membangun Museum Bantam ini adalah sekitar Rp100 miliar dan akan dikerjakan dalam waktu 3 tahun. (IN Rosyadi)

Berita Terkait