Komisi II DPRD Kota Cilegon Pertanyakan Penangan Banjir Bandang Rutin

Hasbi Sidik, Anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon mempertanyakan langkah konkret Pemkot Cilegon menangani banjir bandang yang berulang setiap hujan deras turun.

”Kejadian banjir di Kota Cilegon berulang kali terjadi. Apa yang dilakukan OPD yang terkait seperti PUTR, Perkim dengan bencana banjir. Jangan hanya saling menyalahkan. Seharusnya sudah ada penanganan secara terpadu, dan sistematis,” kata Hasbi, Senin (11/5/2020).

Politisi Partai Gerindra ini menegaskan, apabila banjir yang terjadi di Kota Cilegon hanya insidental, maka persoalannya ada pada teknis. Namun, banjir itu selalu berulang dan makin parah, seperti yang terjadi pada pekan lalu, maka hal itu pasti persoalan sistemik.

“Kalau banjir sistemik, dapat selesai dengan pembuatan bendungan baru, kanal baru, dan pengadaan pompa baru dan lain-lain, maka itu sistem teknis. Lantas, apa yang sudah dilakukan Pemkot sekarang ini. Jangan hanya laporan jumlah dan penyebab, tapi tidak ditangani secara menyeluruh,”ujarnya.

Hasbi Sidik menambahkan, Pemkot Cilegon seharusnya sudah memiliki peta persoalan, termasuk sebab akibat banjir itu selaku muncul.

“Kalau memang disebabkan oleh Galian C dan hutan gundul, kami dari anggota dewan siap mendorong kebijakan. Karena saat ini perizinan Galian C kewenangannya di Provinsi. Sedangkan didaerah hanya mendapat imbasnya saja. Kemudian juga peran LH, jangan diam saja. Seharusnya lakukan inventarisir daerah yang tidak ada pohon, lakukan kegiatan gerakan tanam pohon,” tuturnya.

Komentar juga dilontarkan Muhamad Ibrohim Aswadi, anggota Komisi II DPRD. Menurutnya, masalah banjir ini adalah masalah tanggung jawab bersama, dan bagaimana Pemerintah Daerah mengkomando pihak-pihak terkait, termasuk pihak industri untuk bagaimana bersama-sama melakukan langkah-langkah persuasif dan cepat terhadap pencegahan masalah banjir, agar jangan sampai terulang dan terulang kembali.

“Minimal langkah pencegahan itu bisa mengantisipasi sebelum terjadi banjir, dan penanganannya tentu dengan konsep dan blue print yang jelas dan matang tidak instan.Jangan sampai ada banjir baru semuanya sibuk,”imbuhnya. (yusvin)

Next Post

Selama PSBB, Polres Serang Dirikan Dapur Umum di Sejumlah Wilayah

Sen Mei 11 , 2020
Selama pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Kepolisian Resor (Polres) Serang mendirikan dapur umum di sejumlah wilayah untuk membantu masyarakat. Dapur umum Polres Serang menyediakan ratusan nasi kotak untuk berbuka puasa. Menu buka puasa ini diberikan kepada warga terdampak Virus Corona atau Covid-19. “Dari dapur umum ini kita menyiapkan sedikitnya […]