Kesehatan

Lagi, SRI Rujuk Warga Baduy Korban Gigitan Ular Berbisa ke RSUD Banten

Sahabat Relawan Indonesia (SRI) merujuk petani Badui ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten akibat digigit ular berbisa saat berada di ladang huma di Blok Gunung Kencana Kabupaten Lebak.

“Kami merujuk ke RSUD Banten setelah obat anti bisa ular (ABU) kosong di Puskesmas Gunungkencana,” kata Ketua Koordinator SRI Muhammad Arif Kirdiat saat dihubungi di Lebak, Sabtu

Petani korban gigitan ular tanah atau ular gibug (Calloselasma rhodostoma) bernama Sarsih (40) warga Badui Luar di Kampung Ciranji Desa Ciranji.

Namun, korban kini tengah menunggu musyawarah keluarga untuk dirujuk ke RSUD Banten. Sebab, saat ini kondisi korban sangat membutuhkan pertolongan medis.

“Kami sebagai relawan di wilayah Badui tentu berharap korban bisa secepatnya ditangani medis agar nyawanya bisa terselamatkan,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, pihaknya mendampingi korban gigitan ular tanah untuk masyarakat Badui dengan suka rela tanpa dipungut biaya sepeserpun, mulai penanganan awal hingga transportasi ambulan ke RSUD Banten.

Selain itu juga pihaknya memperjuangkan bagi warga Badui yang tidak memiliki BPJS Kesehatan agar mereka gratis dengan merekomendasikan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari desa setempat.

“Kami merasa senang pelayanan RSUD Banten menerapkan SKTM bagi pasien Badui tak miliki BPJS Kesehatan,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya kini siaga untuk penanganan medis bersama tim tenaga medis untuk melakukan pertolongan khususnya petani Badui yang berada di ladang.

Biasanya, curah hujan tinggi itu berpotensi tingkat korban gigitan ular berbisa meningkat. “Kami berharap petani Badui agar waspada binatang ular tanah yang mematikan itu dengan menggunakan sepatu bot,” katanya.

Sebelumnya, sebanyak 28 warga suku Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menjadi korban gigitan ular tanah berbisa dan dua dilaporkan meninggal dunia (Baca: Dilaporkan, 28 Warga Baduy Jadi Korban Gigitan Ular Tanah Berbisa).

Ketua Sahabat Relawan Indonesia (SRI), Muhammad Arif Kirdiat di Lebak, Jumat (8/5/2025), mengatakan bahwa selama ini kasus gigitan ular tanah yang mematikan itu cukup menonjol bagi warga Baduy ketika membuka lahan pertanian ladang.

Sebab masyarakat Baduy yang sehari-hari berada di kawasan hutan dan dipastikan setiap bulan menjadi korban gigitan binatang melata itu. Oleh karena itu pihaknya kini mengoptimalkan edukasi pencegahan kasus gigitan ular berbisa kepada masyarakat Baduy. (Pewarta : Mansyur Suryana – LKBN Antara)

Iman NR

Back to top button