Kesehatan

Wagub: Hasil PPKM Mikro, Banten Tinggalkan Zona Merah

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy mengatakan, hasil Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro menunjukan Banten meninggalkan zona merah atau resiko penyebaran tinggi menjadi zona oranye dan kuning atau zona sedang dan zona rendah. Penurunan ini sejak Maret-April 2021.

“Dengan PPKM Mikro, seluruh wilayah Kabupaten/ Kota di Provinsi Banten keluar dari zona risiko tinggi penyebaran Covid-19. Kabupaten Lebak telah masuk zona kuning. Sedangan 7 Kabupaten/Kota lainnya masih masuk zona oranye,” kata Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy usai memimpin Forkominda Banten menghadiri rapat virtual koordinasi Penerapan Prokes dan Penanganan Covid 19 menjelang Idul Fitri 2021 bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Gedung Negara Banten, Kota Serang, Senin (3/5/2021).

Data Dinas Kesehatan Provinsi Banten menunjukkan perkembangan kasus COVID-19 di Provinsi Banten terjadi pada bulan Oktober sampai Desember 2020, dengan rata-rata kasus 4.495 kasus per bulan. Puncak kasusnya sendiri terjadi pada Bulan Januari dan Februari 2021 dengan angka kasus mencapai 8.588 kasus per bulan.

Menurut Andika, penurunan kasus Covid 19 di Banten merupakan hasil PPKM Mikro selaras dengan kebijakan/regulasi daerah, Provinsi Banten yang telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Covid-19.

Baca Juga:   Biaya Perawatan Pasien Covid 19 di Banten Rp10 Juta-Rp25 Juta Per Hari

Berikutnya, dengan diterbitkannya Instruksi Gubernur Banten Nomor 8 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid 19 di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Baca:

Terkait klaim penerapan PPKM Mikro menurunkan kasus Covid 19 di Banten, data Pemetaan Zona Risiko Tingkat RT PPKM Mikro di wilayah Provinsi Banten terakhir menyebutkan di Kota Cilegon terdapat 1.175 RT zona hijau, 14 RT zona kuning, dan tidak ada RT yang masuk zona oranye serta zona merah.

Di Kota Tangerang terdapat 4.984 RT masuk zona hijau, 95 RT zona kuning, dan tidak ada RT yang masuk zona oranye serta zona merah.

Kota Tangerang Selatan, terdapat 3.682 RT masuk zona hijau, 211 RT masuk zona kuning, dan tidak ada RT yang masuk zona oranye serta zona merah.

Di Kabupaten Lebak terdapat 3.163 RT masuk zona hijau, 262 RT masuk zona kuning dan tidak ada RT yang masuk zona oranye serta zona merah.

Baca Juga:   Kadistan Banten Sebut Rabies Berpotensi Jadi Pandemi

Di Kabupaten Pandeglang terdapat 3.829 RT masuk zona hijau, 49 RT masuk zona kuning, 42 RT masuk zona oranye dan tidak ada RT yang masuk zona merah

Di Kabupaten Serang terdapat 1.921 RT masuk zona hijau, 55 RT masuk zona kuning, 13 RT masuk zona oranye, dan tidak ada RT masuk zona merah.

Terakhir, di Kabupaten Tangerang terdapat 4.482 RT masuk zona hijau, 546 RT masuk zona kuning, 68 RT masuk zona oranye, dan 43 RT masuk zona merah.

Mendagri Tito Karnavian dalam rapat virtual yang diikuti seluruh pemerintah daerah di Indonesia tersebut mengatakan pemerintah daerah (pemda) harus menyesuaikan kebijakan pemerintah pusat soal pelarangan mudik Lebaran 2021 atau Hari Raya Idul Fitri 1442 H untuk mencegah penularan Covid-19.

Tito menilai, perlu adanya kekompakan antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan kebijakan larangan mudik. Pasalnya penanganan pandemi covid-19 perlu diikuti dengan kebijakan satu komando dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga:   Simpan Telur di Rak Pintu Lemari Es Malah Cepat Membusuk

Tito menjelaskan bahwa kebijakan pelarangan mudik dilakuka untuk mengurangi mobilitas masyarakat yang berpotensi pada penularan virus. Alih-alih merayakan hari raya bersama, dia meminta masyarakat untuk menahan diri dan bersabar. (Rilis Biro Adpim Pemprov Banten / IN Rosyadi)


Apakah Artikel Ini Bermanfaat? Silakan Berikan DONASI ANDA. Klik Tombol Di Bawah Ini.
donate button

SELENGKAPNYA
Back to top button