Partai Demokrat Akan Sanksi Keras Bagi Kader Tak Dukung Nasrul-Eki

Partai Demokrat memberikan keterangan pers soal ancaman bagi kader yang tidak mendukung Nasrul- Eki. (Foto: Sofi Mahalali / MediaBanten.Com)

Juru bicara Pemenangan Nasrul – Eki, Yayan Alfian menegaskan, Partai Demokrat akan memberikan sanksi tegas bagi kader dan para anggota dewan dari partai perlambang mercy jika tidak mendukung pasangan Balon Pilkada di Kabupaten Serang.

Yayan mengungkapkan, tidak akan segan untuk memberikan sanksi PAW terhadap kader yang duduk di kursi DPRD Kabupaten Serang, Provinsi Banten, dan DPR RI apabila tidak patuh terhadap instruksi DPP.

“Untuk kader di fraksi Demokrat di DPRD Kabupaten Serang, termasuk di dewan Provinsi dan dewan pusat, kalau dia tidak tunduk dan patuh kepada perintah dari DPP. Kami akan terapkan mekanisme di organisasi. Termasuk PAW,” kata Yayan seusai melakukan konsolidasi kader partai, di DPD Demokrat Banten, Cipocokjaya, Kota Serang. Sabtu (29/8/2020).

Baca:

Yayan mengungkapkan, hukuman yang paling berat bagi kader yang menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), yakni pemecatan menjadi kader. Tindakan keras ini sebagai komitmen dari partai untuk all out memenangkan Nasrul-Eki di Pilkada Kabupaten Serang.

“Kalau tidak patuh, ada konsekuensi logis yang diterima. Selain PAW bahkan pemecatan jadi kader partai. Ini kebanggaan, karena kader internal yang maju,” tegasnya.

Dia berharap, pada Pilkada Kabupaten Serang di Desember mendatang. Pasangan Nasrul – Eki bisa menang. Sehingga dapat memberikan kontribusi untuk perubahan di Kabupaten Serang lebih baik lagi. “Babak baru pemimpin baru,” paparnya.

Sebelumnya, Saat Musyawarah Daerah (Musda) Demokrat Banten, Irna sudah ber-KTA Demokrat. Kala itu, istri Dimyati Natakusumah itu mengincar ketua DPD Demokrat Banten, namun gagal. Kursi nya dipegang oleh Iti Octavia Jayabaya, Bupati Lebak (Baca: Irna Bupati Pandeglang Kerap Pindah Partai. Demokrat Tak Persoalkan).

Kekinian, muncul KTA Irna sudah menjadi anggota PDI Perjuangan. Beredarnya foto itu melalui media sosial (medsos), usai Irna dan Tanto mendapatkan rekomendasi dari partai berlambang banteng untuk maju kembali sebagai kepala daerah di Pandeglang.

Iti, Ketua DPD Demokrat Banten tak mempersoalkan perpindahan Irna dari partai satu ke partai lainnya. Menurut Iti, itu adalah hak dan pilihan politik Irna sebagai politisi.

“Itu pilihan hak politik pribadi yah, jadi saya tidak ingin menanggapi kesitu. Dimana dia merasa nyaman berdiri di partai politik yang mana,” kata Iti Octavia Jayabaya, ditemui di Hotel Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Banten, Sabtu (29/02/2020). (Sofi Mahalali)

Sofi Mahalali

Next Post

Krisis Keuangan dan Politik, Picu Pertempuran Sekte di Lebanon

Sab Agu 29 , 2020
Pertempuran antara dua kelompok sekte utama telah memicu pertanda bahwa akan banyak kekerasan di Lebanon. Karena negara itu didorong oleh krisis keuangan dan ketegangan politik. Dua orang – seorang bocah lelaki Sunni berusia 13 tahun dan seorang lelaki Suriah – tewas di daerah Khaldeh di selatan ibu kota dalam baku […]
Partai Demokrat memberikan keterangan pers soal ancaman bagi kader yang tidak mendukung Nasrul- Eki. (Foto: Sofi Mahalali / MediaBanten.Com)