Opini

Pektin dari Kulit Pisang Inovasi Hidrokoloid Alami untuk Makanan Sehat

Tahukah kamu bahwa kulit pisang ternyata kaya akan pektin? Mungkin selama ini kita hanya menganggap kulit pisang sebagai limbah yang harus dibuang,.

Tetapi sebenarnya, bagian ini menyimpan potensi luar biasa yang bisa dimanfaatkan untuk kesehatan dan keberlanjutan.

Pektin, yang dikenal sebagai bahan pengental alami, tidak hanya dapat meningkatkan tekstur makanan, tetapi juga menawarkan berbagai manfaat kesehatan.

OLEH: Deana Zeni Rofita – Program Studi Teknologi Pangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa*)

Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya pola makan sehat dan ramah lingkungan, banyak orang mulai mencari alternatif yang lebih baik dalam memilih bahan makanan.

Mari kita eksplorasi lebih lanjut tentang pektin ini, manfaatnya, dan bagaimana ia dapat berkontribusi pada makanan sehat di era modern.

Apa Itu Pektin?

Pektin atau senyawa pektat merupakan polisakarida yang dapat ditemukan secara alami dalam dinding sel tanaman, terutama dalam buah-buahan.

Pektin  merupakan  asam poligalakturonat   yang   mengandung   metil   ester. Pektin  tersusun  atas  molekul  asam  galakturonat yang berikatan  dengan  α-(1,4)-glikosida sehingga membentuk  asam  poligalakturonat  (Picauly dan Tetelepta, 2020).

Pektin  dapat  digunakan  secara  luas  sebagai komponen   fungsional   pada   industri   makanan. Hanya  saja  di  Indonesia  masih  tergantung  pada import pektin, sehingga pektin komersial memiliki harga  yang  cukup  tinggi.

Pektin sering digunakan dalam industri makanan sebagai bahan pengental, penstabil, dan pengemulsi.

Meskipun pektin umumnya diekstraksi dari buah-buahan seperti apel dan jeruk, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kulit pisang juga merupakan sumber pektin yang kaya.

Mengapa Menggunakan Kulit Pisang?

Kulit pisang sering kali dianggap sebagai limbah, padahal tersimpan banyak potensi didalamnya. Menurut FAO (2003), berat limbah kulit pisang dapat memberikan sekitar 40% dari jumlah berat buah pisang.

Hal tersebut mengandung pektin dalam jumlah yang signifikan, serta serat, vitamin, dan mineral. Dengan memanfaatkan kulit pisang.

Kita tidak hanya mengurangi limbah makanan, tetapi juga mendapatkan manfaat kesehatan tambahan. Ini juga akan memiliki nilai  jual yang menguntungkan apabila diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Menurut Happi dkk. (2008), kulit pisang  dapat  dimanfaatkan  sebagai  sumber  bahan pangan yang memiliki nilai tinggi seperti pektin.

Manfaat Pektin dari Kulit Pisang

Sumber Serat yang Baik: Pektin kaya akan serat, yang penting untuk kesehatan pencernaan.

Serat membantu menjaga keseimbangan bakteri baik dalam usus dan dapat mencegah masalah pencernaan.

Penelitian oleh Nurman dkk (2017), menyebutkan bahwa pektin merupakan sumber serat larut air yang berperan dalam menurunkan   kolesterol   darah.  

Pengental Alami: dapat digunakan sebagai pengental alami dalam berbagai produk makanan.

Sebagaimana dijelaskan pada penelitian Nadhilah dkk (2025), bahwa pektin Ini memberikan alternatif yang lebih sehat dibandingkan dengan bahan pengental sintetis.

Pektin merupakan salah satu bahan pengental alami yang sering digunakan dalam pembuatan selai untuk meningkatkan tekstur dan daya oles produk.

Mendukung Kesehatan Jantung: Pektin diketahui dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.

Dengan mengonsumsi makanan yang mengandung pektin, kita dapat mendukung kesehatan jantung secara alami.

Menurut penelitian Yuliantini dkk (2001) menyatakan bahwa salah satu fungsi serat adalah mengendalikan dan menurunkan kadar kolesterol dalam plasma darah.

Sehingga menurunkan risiko jantung, serat yang sangat berpengaruh terhadap penurunan kolesterol total adalah serat larut air (pektin).

Ramah Lingkungan: Menggunakan kulit pisang sebagai sumber pektin membantu mengurangi limbah makanan.

Ini sejalan dengan tren keberlanjutan yang semakin penting di era modern, di mana konsumen semakin peduli terhadap dampak lingkungan dari pilihan makanan mereka.

Sesuai dengan pendapat Akili dkk. (2012) merupakan limbah hasil industri pengolahan yang tidak bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.

Meskipun  limbah  kulit  pisang  dapat  digunakan  sebagai  sumber  pektin  yang  merupakan  senyawa  alami.

Kenyataannya bahwa pektin memiliki sifat gel yang baik sehingga dapat digunakan untuk membuat kemasan yang dapat dimakan

    Inovasi dalam Industri Makanan

    Beberapa perusahaan makanan dan startup mulai menggunakan pektin dalam produk mereka. Pektin ini dapat digunakan dalam pembuatan makanan ringan sehat, minuman, dan produk olahan lainnya.

    Dengan meningkatnya permintaan akan makanan yang lebih alami dan sehat, pektin dari kulit pisang menawarkan solusi yang menarik bagi produsen dan konsumen.

    Menurut Luthfi (2021), menyatakan bahwa manfaat  pektin  dalam  industri  makanan  sangat  beragam,  seperti digunakan  sebagai  bahan  pengental  karena  pektin  memiliki  kemampuan  mengikat  air.

    Sehingga dapat membentuk gel dan biasanya digunakan untuk industri makanan seperti yoghurt, jeli, kue, selai, saus dan lain-lain.

    Cara Menggunakan Pektin dari Kulit Pisang

    Untuk mendapatkan Pektin dari kulit pisang perlu dilakukan ekstraksi terlebih dahulu. Ekstrak pektin yang didapatkan dapat anda gunakan ke dalam smoothie, yogurt, atau bahkan kue untuk meningkatkan kandungan serat dan memberikan tekstur yang lebih baik.

    Selain itu, pektin ini juga dapat digunakan dalam pembuatan selai dan jeli yang lebih sehat.

    Nah, itu dia sisi lain dari limbah kulit pisang yang ternyata merupakan salah satu hidrokoloid pektin yang tinggi serat!

    Jadi, mari kita olah kulit pisang ini menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan buktikan bahwa limbah pun bisa memberikan kontribusi positif bagi kesehatan dan lingkungan kita!

    Editor: Abdul Hadi

    Abdul Hadi

    Back to top button