Hukum

Pengguna Liquid Vape Berisi Narkoba Ditangkap di Baros

Penggunaan liquid vape berisikan narkoba kembali muncul. Kali ini di Kabupaten Serang, Banten, yang masuk kedalam wilayah hukum Polres Serang Kota. Pemakainya berinisial AM (27), warga Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Baros.

Pelaku AM mengaku sudah tiga kali membeli liquid melalui media sosial (medsos) seharga Rp300.000 untuk cairan sebanyak 5 ml. Satu botol, bisa dihabiskan dalam satu minggu untuk dihisap menggunakan vapenya.

“Beli di instagram, belinya 5 ml. Harganya Rp 300 ribu. Udah tiga kali beli. (Sekali beli) Bisa (habis) seminggu. Penjualan liquid biasa, ditulis ada di price listnya. Saya beli rasa anggur mint,” kata pelaku AM di Mapolres Serang Kota, Rabu (25/08/2021).

Polisi mendapatkan informasi adanya penggunaan liquid yang sudah dicampur narkoba. Tak ingin buruannya lepas, Satresnarkoba Polres Serang Kota segera berangkat ke rumah pelaku.

“Kami dapat informasi adanya penyalahgunaan narkoba. Kami datang ke rumahnya langsung, kemudian ditemukan vape dan botol berisi 5 ml liquid, campuran bahan kimia narkoba sintetis,” kata Ipda Hadyan Hawari, Kanit Idik 1 Satresnarkoba Polres Serang Kota, Rabu (25/08/2021).

Baca Juga:   Buron 1 Tahun, Pencuri Motor Ditangkap Polsek Curug

Setelah pelaku ditangkap, polisi membawa liquid itu ke laboratorium untuk diperiksa. Hasilnya, terdapat kandungan narkoba sintetis yang bisa memabukkan dan dilarang penggunaannya oleh pemerintah.

Polisi mengaku masih mengembangkan kasus tersebut, karena baru pertama kali ditemukan di wilayah Serang.

Masyarakat dan orangtua, terutama pengguna vape diminta berhati-hati jika membeli liquid. Karena secara fisik sama dengan yang beredar di pasaran, sedangkan untuk memastikan kandungannya, harus dilakukan uji laboratorium.

“Masih kami kembangkan, karena ini tidak seperti di kota besar. Masyarakat diharap berhati-hati membeli liquid, orangtua harus turut serta memantau anaknya,” terangnya.

Pelaku diancam Pasal 114 ayat 1, sub Pasal 112 ayat 1, Undang-undang (UU) RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan atau Permenkes nomor 04 tahun 2021 tentang perubahan penggolongan narkotika, dengan ancaman 5 tahun sampai 20 tahun kurungan penjara. (Reporter: Yandhi Deslatama / Editor: IN Rosyadi)

Baca Juga:   Kapolres Serang: Jangan Tolak Pemakaman Jenazah Covid 19

Yandhi Deslatama
SELENGKAPNYA
Back to top button