Perum Damri Diminta Buka Rute Bandara Soekarno-Hatta Ke KEK Tanjung Lesung

  • IN Rosyadi
  • 20 Maret 2018
  • Komentar Dinonaktifkan pada Perum Damri Diminta Buka Rute Bandara Soekarno-Hatta Ke KEK Tanjung Lesung
Foto: Beni Madsira

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang berharap Perum Damri membuka trayek dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang. Akses ini untuk memudahkan para wisatawan baik dari Bandara mapun wisatawan yang bisa naik dari kota-kota yang dilalui bus tersebut.

“Dulu ada rute ke Pandeglang Bandara Sukarno Hata tapi tidak berkelanjutan, karena kita ada KEK lalu Damri memberikan solusi agar ada trayek dari Bandara Soekarno Hata ke Tanjung Lesung, karena kita juga butuh, ibu sudah bersurat ke mereka,” kata Irna, Senin (19/3/2018).

Surat yang ditunjukan kepada Direktur Perum Damri di Jakarta pada tanggal 14 Maret 2018 itu belum ada tindak lanjut. Tetapi Irna meminta agar trayek tersebut dapat berlanjut dan diresmikan pada Hari Ulang Tahun (HUT) Pandeglang. “Sejauh ini belum ada jawaban dari Damri tapi mudah-mudahan trayek itu bisa berlanjut pas 1 April 2018,” ujarnya.

Bupati berharap agar Damri dapat bekerjasama dengan pihak Tanjung Lesung untuk menyedikan Bus yang di branding wisata di Pandeglang. “Mudahan-mudahan Damri bisa bekerjasama dengan Tanjung Lesung. Tapi katanya Damri sudah menyiapkan beberapa Bus untuk di branding,” harapnya.

KEK Tanjung Lesung merupakan KEK Pariwisata pertama dan telah diresmikan beroperasi pada Februari 2015. KEK Tanjung Lesung memiliki letak yang strategis dan akses yang mudah dijangkau, yaitu 170 km dari Ibukota Jakarta dan dapat ditempuh melalui perjalanan darat selama 2,5 – 3 jam.

Baca: Prasasti Raja Purnawarman di Cidanghilang Luput dari Perhatian Pemerintah

KEK Tanjung Lesung memiliki luas area 1.500 Ha dengan potensi pariwisata yang beragam, antara lain keindahan alam pantai, keragaman flora dan fauna serta kekayaan budaya yang eksotis. KEK Tanjung Lesung juga dekat dengan atraksi wisata Banten lainnya seperti Kawasan Tua Banten, Budaya Badui dan Debus, Taman Nasional Ujung Kulon, Gunung Krakatau serta wisata kepulauan.

Berasal dari kata “lesung” yaitu alat penumbuk padi tradisional, Tanjung Lesung memiliki bentuk dataran pantai wilayah yang menjorok ke laut dan mirip lesung. Dengan pantai dengan pasir putih serta laut yang jernih, KEK Tanjung Lesung telah menarik baik wisatawan nasional maupun internasional. Selama tahun 2016 tercatat jumlah kunjungan wisatawan sejumlah 570.000 orang dan ditargetkan meningkat hingga 6,1 juta wisatawan saat beroperasi penuh pada 2020.

Namun kendala terbesar dari pengembangan KEK Tanjung Lesung adalah infrastruktur, terutama jalan dan moda transportasi yang menuju kawasan tersebut sangat minim. Dengan kondisi jalan yang kurang memadai dan minimnya moda transportasi ke sana, maka KEK Tanjung Lesung terkesan sangat sulit dijangkau, kecuali oleh mobil-mobil pribadi. Meski bisa dijangkau dengan mobil pribadi, perjalanan ke KEK menjadi meletihkan akibat kondisi jalan dan kondisi transportasi yang membuat tidak nyaman para calon pengunjung. (Beni Madsira)