KPK Mediasi Penataan Aset Bandara Soekarno-Hatta

Gedung KPK di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Tim Koordinator Wilayah II Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memediasi dan mengawal pemanfaatan aset Bandara Soekarno Hatta (Soetta) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang di Auditorium 1 Gedung 600 kantor PT. Angkasa Pura II (Persero), Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Tangerang.

Hadir dalam pertemuan tertutup itu yakni Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin, Kakorwil KPK wilayah II Asep Rahmat Swanda, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, dan Walikota Tangerang Arief R Wismansyah.

Pertemuan tersebut membahas penataan dan pemanfaatan aset milik Bandara Soetta oleh pemerintah daerah baik Pemkab maupun Pemkot Tangerang.

Asep Rahmat mengungkapkan bahwa pertemuan ini merupakan optimalisasi aset tanah milik PT AP II yang dimanfaatkan Pemkot maupun Pemkab Tangerang.

Baca:

“Ini merupakan rangkaian dari beberapa kegiatan dan saya yakin kami punya ekspektasi yang besar terhadap permasalahan ini agar bisa terselesaikan dengan baik. Karena itu pertemuan ini akan sering kita lakukan untuk menuntaskannya,” kata Asep, Rabu, (4/11/2020).

Asep berharap dengan kehadiran semua pemangku kepentingan bisa menghasilkan kebijakan yang nanti bisa lebih dibahas secara detail, dan menyelesaikan permasalahan yang ada.

Sedangkan Muhamad Awaludin mengatakan, masalah optimalisasi aset tanah milik AP II yang dimanfaatkan Pemkot maupun Pemkab Tangerang ini adalah momen yang penting agar ini bisa terselesaikan karena proses ini sudah cukup lama.

“Kita sama-sama cari solusinya di pertemuan ini dan pembahasan ini saya rasa akan terus berlanjut untuk menuntaskan masalah ini. Kita mencari mekanisme yang tepat sesuai dengan peraturan untuk penyelesaiannya,” ujar Awaluddin.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menambahkan, pihaknya meminta masterplan dan grand design bandara Soetta untuk ke depannya karena untuk tata ruang kita tidak bentrok dan sesuai masterplan bandara sehingga selaras.

Kami butuh sekali masterplannya itu, perlu diperjelas dan dipertegas agar pembangunannya bisa selaras dan semoga pembahasan selanjutnya bisa lebih ke teknis dan rinci agar permasalahan ini bisa segera tuntas,” tutur Zaki.

Sedangkan Walikota Tangerang Arief R Wismanyah mengharapkan agar rapat pembahasan bersama ini dapat memberikan hasil positif dalam percepatan proses pembangunan di wilayah Kota Tangerang.

“Terutama di aset – aset milik AP II yang berada di Kota Tangerang. Misalnya, jalan yang setiap hari dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkapnya. Arief menjabarkan saat ini kondisi jalan yang sebagian aset PT. Angkasa Pura II yang ada di wilayah Kota Tangerang dalam kondisi rusak berat akibat dari mobilisasi kendaraan bertonase tinggi yang melintas untuk pembangunan proyek strategis nasional.

“Kami berharap aset – aset itu bisa dihibahkan, agar Pemkot bisa lakukan strategi pembangunan untuk memperbaiki jalan yang rusak,” jabarnya. Selain itu, dirinya juga mengharapkan adanya kolaborasi antara PT. Angkasa Pura II dengan Pemkot Tangerang di bidang pemanfaatan aset milik AP II yang berada di wilayah Kota Tangerang.

“Salah satunya terkait rencana pembangunan sport center, tentunya untuk kepentingan masyarakat,” pungkas Arief. (Rivai Ikhfa)

Next Post

Menyerahkan Diri, Sopir Dump Truk Lindas Mobil Patroli PJR di Tol

Rab Nov 4 , 2020
Sopir dump truk yang melarikan dalam insiden kecelakaan di tol Tangerang-Merak yang menggilas kendaraan patroli PJR Korlantas Polri serta merusak 2 kendaraan lainnya akhirnya menyerahkan diri ke Mapolda Banten. Sopir yang diketahui bernama Eki Faujian, 21, menyerahkan diri setelah Sie Lakalantas Subdit Gakkum menghubungi pemilik kendaraan yaitu PT Catur Manunggal  […]