Ekonomi

Syafrudin: Kota Serang Tidak Mungkin Jadi Lumbung Jagung

Walikota Serang, Syafrudin mengatakan, Kota Serang tidak mungkin menjadi lumbung jagung. Alasannya, kota ini telah menjadi perkotaan yang ketersediaan lahannya sangat terbatas.

Demikian dikemukakan Syafrudin, Walikota Serang untuk menanggapi keinginan Wamentan RI untuk menjadikan Kota Serang sebagai lumbung jagung.

“Saya kira, kota Serang tidak memungkinkan menjadi lumbung pertanian jagung karena Kota serang wilayah perkotaan. Jadi lahan sawah terlebih dahulu, baru tanam Jagung ketika musim kemarau. Yang penting Kota Serang ikut berpartisipasi untuk menanam jagung,” ungkap Syafrudin, belum lama ini.

Syafrudin juga mengakui, panen raya jagung yang dilaksankan Santri Tanam Jagung merupakan panen jagung perdana bagi Kota Serang.

Syafrudin menilai, panen jagung di Curug sangatlah bagus, dan tidak seperti di lahan Walantaka.

“Ya mungkin nanti, disentralkan di tiga Kecamatan. Kecamatan Curug, Walantaka dan Kasemen,” jelasnya.

Kadis Pertanian Kota Serang, Sony August menambahkan, di Kota Serang sendiri telah bercocok tanam jagung di luas lahan 33 hektar dengan panen berbeda – beda.

“Kami juga sudah tanam 33 hektar di daerah Cipocok, dan Taktakan, dengan panen yang tidak sama,” tutupnya.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Harvick Hasnul Qolbi melakukan panen jagung di bekas lahan terlantar yang dikelola para santri di Kampung Curug Manis, Kecamatan Curug, Kota Serag, Rabu (3/8/2022).

Wamen Pertanian ini menginginkan Ibu Kota Banten, Kota Serang direncanakan menjadi lumbung lahan pertanian jagung.

Hal itupun terungkap pada saat Panen Raya Jagung dan Santri Tanam Jagung, di Kampung Curug Manis, Kelurahan Curug, Kota Serang, Banten, Rabu (3/7/2022).

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Harvick Hasnul Qolbi ingin memanfaatkan lahan terlantar menjadi produktif. Pemanfaatan lahan terlantar itu akan menjadikan Ibu Kota Banten rencananya akan menjadi lumbung jagung, (Aden Hasanudin / Editor: Iman NR)

Aden Hasanudin

Back to top button