Tiada Sinyal Internet, IPNU Minta Kadis Dikbud Kota Serang Dicopot

Gara-gara enggak ada sinyal internet, IPNU dan IPPNU berdemo minta Kadisdindikbud Kota Serang dicopot jabatanya. (Foto: Sofi Mahalali / MediaBanten.Com)

Gara-gara tidak ada sinyal internet, Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul (IPPNU) Kota Serang berdemo di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Rabu (26/8/2020). Demo berisi tuntutan agar Kadis Didkdibud dicopot jabatanya.

Ketiadaan sinyal internet itu terjadi di sejumlah daerah di Kecamatan Taktakan dan Curug. Gara-gara ini, kedua organisasi dari NU itu menilai, Kadis Dikbud Kota Serang telah gagal menangani pendidikan di Kota Serang.

Gara-gara ketiadaan sinyal internet itu juga, demo dari IPNU dan IPPNU menilai, pemerataan kesejahteraan pendidikan di Ibukota Provinsi Banten itu belum tercipta.

Ketua PC IPNU Kota Serang Samsul Bahri mengatakan, masih terdapat beberapa daerah di Kota Serang yang tidak terjangkau oleh koneksi internet. Padahal ditengah pandemi Covid-19, jaringan internet sangat dibutuhkan. Karena itu, tentu menurut Samsul berimbas pada kesulitan para pelajar untuk mengikuti kegiatan belajar berbasis daring.

Baca:

Taktakan dan Curug

“Di Kota Serang masih terdapat dua titik yang susah sinyal di Kecamatan Taktakan dan Kecamatan Curug,” ujarnya disela-sela aksi.

Sementara Kepala Dindikbud Kota Serang Wasis Dewanto mengatakan, mengenai mekanisme pembelajaran jarak jauh (PJJ), pihaknya tidak mengejar target materi pembelajaran.

“Sebenarnya PJJ berjalan cukup baik. Belajar dari rumah ini tidak mengejar target dulu, misalkan belajar 10 bab, tidak harus 10 Bab dulu, tetapi bab-bab yang mengkaitkan dengan kondisi yang sedang dialami para siswa, bisa dikaitkan dengan materi seperti itu,” katanya.

Wasis juga mengungkapkan, untuk menunjang pembelajaran bagi pelajar tingkat SMP dan SD ditengah pandemi Covid-19, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) boleh digunakan untuk pembelian disinfektan, masker, dan kuota internet para siswa.

Baca:

“Berbicara penyediaan itu, sudah menyiapkan surat edaran nomor 4 mengatur dana bos untuk pembelian disinfektan, masker para siswa, kuota para siswa boleh. Tapi dana bos para siswa variatif,” ujarnya.

Walikota Serang Syafrudin mengakui bahwa ada dua wilayah Kelurahan di Ibukota Provinsi Banten, mengalami kendala tersedinya jaringan sinyal internet.

Syafrudin menyebutkan, dua kelurahan itu yakni Kelurahan Cibendung Kecamatan Taktakan dan Kelurahan Sukajaya Kecamatan Curug. kendala itu terjadi dilatarbelakangi karena tidak adanya tower jaringan telekomunikasi.

“Di kita ini (Kota Serang) kalau tidak salah ada dua Kelurahan yang tidak ada sinyal, di Cibendung dan Sukajaya. Padahal di Sukajaya itu dekat dengan perkantoran Provinsi, tapi disitu tidak ada tower,” kata Syafrudin di Puspemkot Serang, KSB, Kota Serang, Rabu (26/8/2020).

Kendati demikian Walikota mengaku, pihaknya akan mengupayakan agar jaringan internet merata di Kota Serang. Karena pandemi covid-19 belum dapat diprediksi sampai kapan berakhir. Sementara mekanisme kegiatan belajar mengajar masih harus dilakukan dengan sistem daring.

“Akan kita lengkapi, akan kita perbaiki kalau ada wilayah yang tidak ada sinyal. Saya akan mencari solusi dengan Kominfo Kota Serang,” ujarnya. (Sofi Mahalali)

Sofi Mahalali

Next Post

Pergub Vs Perwal Kota Serang Beda Sanksi Pelanggar Protokol Covid

Rab Agu 26 , 2020
Bersyukur lah. Peraturan Gubernur (Pergub) Banten dan Peraturan Walikota (Perwal) Kota Serang memuat sanksi denda bernilai sama bagi perorangan yang melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid 19. Sanksi denda itu Rp100.000. Tetapi yakinlah akan membuat bingung ketika pelanggar protokol itu disematkan kepad lembaga, perusahaan atau penanggung jawab fasilitas publik. Pergub Banten […]
Gara-gara enggak ada sinyal internet, IPNU dan IPPNU berdemo minta Kadisdindikbud Kota Serang dicopot jabatanya. (Foto: Sofi Mahalali / MediaBanten.Com)