Alya, Pelajar Asal Lebak Raih Medali Emas I-FEST 2020 di Tunisia

Alya Difa dan Siti Fayza. (Foto: Istimewa)

Alya Difa Febrianti, pelajar yang lahir di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak meraih gold medal (medali emas) dalam The Internastional Festival of Science and Technology (I-FEST) tahun 2020 di Tunisia. Alya bersama rekannya, Siti Fayza Kamila Mahendra dikukuhkan sebagai peneliti muda di bidang matematika.

Alya memang bersekolah di SMA Labschool UPI Bandung. Namun dia dilahirkan di Kampung Baros, Desa Kadagung Barat, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak. Orangtuanya adalah Ade Ahmad Kosasih, seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

Makalahnya berjudul Voronoi Tessellation-Base Graph of Kutai Kartanegara and North Penajam Paser Regencies as the New Capital of Indonesia (Grafik Berbasis Voronoi Tessellation Kutai Kartanegara dan Kabupaten Panajam Paser Utara Sebagai Modal Baru Indonesia).

Makalah ini berkait dengan perpindahan Ibukota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara. Perpindah ke wilayah itu dikaitkan dengan kekhawatiran Greenpeace Indonesia tentang lingkungan, terutama kawasan konseratif, kawasan padat penduduk, transportasi dan lokasi gedung-gedung pemerintahan yang vital.

Baca:

Menurut Alya Difa Febrianti dan Siti Fazya Kamila, kekhawatiran itu bisa dijawab dengan melakukan analisis melalui Diagram Voroni yang akan membagi menjadi beberapa area atau region berdasarkan titik atau vertek. Misalnya soal infrastruktur. Teori graph (diagram) Voronoi diperlukan untuk memecahkan bagaimana membangun insfrastruktur yang paling efisen.

Ada juga yang perlu dipertimbangkan bagaimana menempatkan beberapa lokasi baru dalam desain yang telah dibentuk, seperti rumah sakit, stasiun pemadam kebakaran, gedung kementerian, menara sinyal, pusat pembangkit listrik dan sebagainya.

Perjalanan Alya Difa dan Siti Fayza meraih medali emas (gold medal) dimulai tahun 2019 hingga lolos di tingkat nasional. Untuk tingkat internasional, perjalanan itu dimulai tanggal 19 Agustus 2020 ketika menerima undangan dari I-FEST 2020 melalui email. Tanggal 20 Agustus, presentasi berbentuk video tentang Ibukota Negara yang baru itu diunggah di Youtube. Tanggal 23 Agustus 2020, keduanya mendapatkan pemberitahuan lolos ke babak final.

Dari 28-31 Agustus, berbagai kegiatan dilalui mulai technical reharsal, SRC review hingga bertemu secara virtual dengan para ilmuwan NASA dan virtual trip to Tunisia.

Akhirnya Alya Difa dan Siti dinyatakan meraih medali emas atas karyanya. Keduanya menyisihkan 400 peserta yang berasal dari 40 negara pada tahap awal. Di final, peserta itu berjumlah 150 orang. (*)

Next Post

Polres Serang Bagikan Sembako Ke Sukarelawan Gatur Lantas

Kam Sep 17 , 2020
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Serang membagikan bantuan sosial (Bansos) berupa paket sembako dan rompi khusus sukarelawan gatur lantas yang beraktivitas di Kecamatan Kibin dan Cikande, Kabuapten Serang. Acara yang dihadiri Kapolres Serang AKBP Mariyono, Kapolsek Cikande Kompol Ridzky Salatun, Kasatlantas Iptu Robby Rachman serta personil Satlantas dan Polsek Cikande […]
Alya Difa dan Siti Fayza. (Foto: Istimewa)