Sepabola

Pj Gubernur DKI Jakarta Tinjau JIS Untuk Ajang Piala Dunia U-17

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, Kamis (19/10/2023) mengecek kesiapan Jakarta International Stadium (JIS) untuk ajang Piala Dunia U-17, demikian siaran pers Diskominfotik Pemprov DKI Jakarta.

Laga Piala Dunia U-17 itu akan dihelat di JIS pada 11, 24, dan 25 November 2023 sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Heru Budi Hartono menyampaikan, pengecekan akhir akan dilakukan oleh Federation Internationale de Football Association (FIFA).

Namun, penyempurnaan berbagai sudut dan fasilitas pendukung telah dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama instansi pemerintah lainnya.

Pj Gubernur Heru Budi Hartono meninjau pengerjaan jembatan, jalur pedestrian, dan lahan hijau.

“Ya, semuanya sudah berjalan dengan baik. Dinas Bina Marga sudah menyelesaikan pintu tol, sehingga sudah bisa digunakan. Lalu, trotoar juga sudah selesai, tinggal jembatan yang memang sedang dalam progres oleh Kementerian PUPR. Minggu depan saya ke sini lagi untuk mengecek,” ungkapnya.

Heru menjelaskan, progres penyempurnaan JIS telah mencapai 90-95 persen. Beberapa pengerjaan ditargetkan akan rampung pada akhir Oktober.

Untuk bagian dalam, ia menuturkan, seluruh pengerjaan sudah sesuai jadwal, meliputi tribun, eskalator untuk akses keluar-masuk, dan rumput di lapangan utama.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta Bayu Meghantara menambahkan, beberapa titik di JIS juga dilakukan penghijauan.

“Sekitar 200 pohon yang sudah ditanam. Kemudian, ditambah lagi dengan 150 pohon,” ujarnya.

Polemik JIS dan Pilpers

Menurut catatan MediaBanten.Com, polemik stadion JIS diwarnai dengan politik dalam pemilihan presiden (Pipers) tahun 2024. Sebab statdion yang mewah ini dibangun saat Gubernur DKI Jakarta dijabat Anies Baswedan.

Anies Baswedan kini mencalonkan diri menjadi Calon Presiden (Capres) bersama Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Keduanya diusung Partai Nasdem, PKS dan PKB.

Polemik berawal dari pernyataan pejabat pmerintah yang menyebut Jakarta International Stadium (JIS) perlu direnovasi karena tidak memenuhi standar Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).

Renovasi ini meliputi beberapa aspek utama seperti masalah rumput, akses keluar masuk dan fasilitas transportasi umum.

Chairman dari Karya Rama Prima (KaerPe) Qamal Mutaqin, menyebut sebenarnya jenis rumput di JIS tidak bermasalah, karena juga dipakai di beberapa stadion lain seperti stadion Si Jalak Harupat.

Menurutnya, masalah utamanya adalah karena kurangnya pasokan air dan sinar matahari. Hal ini karena akar yang dangkal sehingga tidak bisa menerima air dengan cukup.

JIS bisa dibilang merupakan salah satu stadion terbaik yang ada di Indonesia saat ini. Karena dari segala aspek, mulai dari desain, kapasitas dan infrastruktur, sangat mumpuni dibanding kebanyakan stadion lain di Indonesia.

Meski begitu, bukan berarti stadion ini tidak memiliki kelemahan dan kekurangan saat ini. Karena sebenarnya ada beberapa aspek mengkhawatirkan yang memang harus direnovasi dan diperbaiki.

Masalah utama adalah soal akses dan transportasi. Jika kita perhatikan di peta, maka terlihat JIS tidak seperti kebanyakan stadion di Indonesia yang memiliki beberapa akses keluar-masuk.

Hal ini tentu berbahaya jika sampai terjadi kepadatan di akses satu satunya tersebut. Maka renovasi di aspek ini memang dibutuhkan.

Sementara untuk lahan parkir, tercatat JIS hanya memiliki sekitar 1.200 kapasitas saja. Rencananya akan diperbesar kapasitasnya hingga 5.000 kendaraan.

Lahan Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter akan diubah menjadi lahan parkir nantinya.

Kekurangan lahan parkir ini juga disampaikan oleh Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno yang meminta pemerintah untuk memperluasnya.

Menurutnya kebiasaan orang Indonesia yang masih memakai kendaraan pribadi atau rombongan menggunakan bus akan membutuhkan lebih banyak lahan parkir.

Untuk aspek transportasi umum belum sepenuhnya tersedia. Meski telah ada layanan Transjakarta, namun tetap diperlukan tambahan moda transportasi lain.

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyatakan bahwa pembangunan Kereta Rel Listrik (KRL) di kawasan JIS sudah mencapai 30% pembangunannya. Tentu hal ini memang diperlukan untuk penyempurnaan JIS.

Jika kita bandingkan dengan stadion lain yang sering digunakan oleh tim nasional (Timnas), seperti Stadion Pakansari dan Patriot, tentu JIS jauh lebih baik dari segala sisi. Atau dengan kebanyakan stadion klub-klub Liga 1, tentu diakui JIS masih jauh lebih baik. (Rosyadi)

Editor Iman NR

Iman NR

Back to top button