Polsek Bayah Tahan 3 Orang dan Sita 4.428 Botol Miras

Kepolisian Sektor (Polsek) Bayah menahan tiga orang dan menyita truk Mitsubitshi Colt Diesel Box Nopol B 9551 BCU. Karena kendaraan itu mengangkut beberapa jenis miras (minuman keras) sebanyak 278 dus atau 4.428 botol.

Penyitaan dilakukan sekitar pukul 04.25 WIB, Kamis (6/8/2020) di Jalan Raya Malingping-Bayah, Kampung Ciwaru, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.

Kapolsek Bayah, AKP Yogie Roozandi memenarkan telah mengamankan satu unit kendaraan yang terdapat membawa Miras. Penyitaan itu setelah dilakukan pengintaian oleh anggota Polsek Bayah.

“Iya, mengangkut berbagai jenis minuman keras yang berasal dari Gudang Muara Buaya Jakarta Barat yang rencananya akan diedarkan di wilayah Bayah,” kata Kapolsek Bayah kepada wartawan.

Baca:

Berada di Kendaraan

Selain miras, Kapolsek juga membenarkan telah menahan 3 orang yang berada di kendaraan tersebut. Ketiga orang itu bertugas sebagai sopir, kenek dan sales.

Dari 278 dus itu, berisi 4.428 botol minuman keras dari berbagai jenis. Antara lain anggur hitam cap orang tua botol kecil sebanyak 91 dus yang berisi 2.184 botol. Anggur hitam cap orang tua botol besar 81 dus atau 972 botol.

Anggur merah sebanyak 87 dus atau 1.044 botol, Bir Singaraja 4 dus atau 48 botol, Mixmak 4 dus atau 48 botol dan Intisari 11 dus atau 132 botol.

Merek Orang Tua” terkenal dengan anggur kolesom alias anggur herbalnya. Anggur kolesom cap Orang Tua ini kerap disingkat sebagai AO. Anggur ini tak dikenal sebagai anggur untuk mabuk, melainkan untuk obat.

Anggur kolesom mengandung bahan yang bermanfaat bagi tubuh, seperti vitamin, enzim, atau mineral. Misalnya anggur (yang mengandung) kolesom Cap Orang Tua. Selain berkomposisikan gula pasir, karamel, spirit anggur, air, dan ekstrak kolesom yang merupakan hasil fermentasi anggur, ia juga mengandung vitamin BI, B2, B3, B5, biotin, asam klorida, serta mineral (kalium, magnesium, dan natrium).

Minuman beralkohol ini dapat dengan mudah ditemui di hampir seluruh lapak-lapak minuman dan kios-kios jamu tradisional. Boleh dibilang untuk segmen bawah, anggur Tjap Orang Tua praktis tak memiliki pesaing.

Menurut catatan Warta Ekonomi, Anggur ini sudah dijual Chu Sam Yak dan Chu Sok Sam di Medan sejak 1948, dalam kemasan botol, di tengah kacaunya dunia bisnis karena perang. Tahun 1950, mereka hijrah ke Semarang.

Setelah berkongsi dengan Lim Kok Liang, Lim Tong Chai, dan Lim Mia Chuan untuk memproduksi anggur cap Orang Tua di bawah bendera NV Handel Maatchappiij May Lian & Co di Semarang.

Namun anggur kolesom cap Orang Tua sering disalahgunakan. Anggur yang tadinya ditujukan untuk kesehatan tubuh, justru digunakan untuk mabuk oleh masyarakat kelas bawah. Karena anggur Orang Tua ini relatif terjangkau, dibandingkan jenis minuman keras lainnya. (Ersya)

Ersya Agusta Golda

Next Post

Danyontankfib 2 Mar: Prajurit Sakit Jangan Putus Asa Atas Penyakitnya

Kam Agu 6 , 2020
Komandan Batalyon Tank Amfibi (Danyontankfib) 2 Mar, Letkol Marinir Jumarlang beranjangsana ke anggota marinir yang sakit di Surabaya, Kamis (6/8/2020). Kegiatan ini untuk mendukung “Gerakan Marinir Peduli Marinir Berbagi” yang dicanangkan Korps Marinir TNI AL. Danyontankfib 2 Mar berserta jajarannya mengunjungi dua prajurit yang sakit. Kunjungan pertama ke rumah Pelda […]