Tidak Mampu Bayar Uang Pangkal Kuliah Untirta, Siti Alliah Kirim Surat Ke Presiden

Siti Alliahnamanya, usianya baru menginjak 19 tahun. Putri dari petani karet diPasaman, Sumatera Barat (Sumbar) yang ingin berkuliah di jurusanTeknik Elektro, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten,mengirim surat terbuka bagi Presiden Jokowi.

Dia berharapPresiden Jokowi terketuk hatinya untuk membantu biaya kuliah Siti,dikampus negeri yang ada di Banten itu.

“Tapi sayangnya pas saya cek uang pangkalnya aja Rp 15 juta. Nah pikiran saya,orang tua saya saja bekerja seperti ini, jadi enggak mungkin merekabisa biayain kuliah saya begitu kan. Saya mengirim itu (surat terbukake Presiden Jokowi), karena saya ingin dapat bantuan dari pemerintahagar saya bisa tetap sekolah,” kata Siti Alliah, melaluisambungan selulernya, Kamis (01/08/2019).

Berikut tulisanlengkap surat terbuka Siti Alliah yang ditujukkan untuk PresidenJokowi:

Baca:

Surat Terbuka

Yang terhormat,

Bapak PresidenRepublik Indonesia Joko Widodo

Sebelumnyaizinkan perkenalkan nama saya Siti Alliah (19 tahun) Nomor induksiswa nasional 000827264. Saya baru saja menamatkan pendidikanSekolah Menengah Atas. Saya salah satu bagian dari 545.910 anakIndonesia yang kurang beruntung tidak lulus dari SBMPTN yang belumlama ini di umumkan. Saya sadar betul dengan kemampuan orang tuakuuntuk membiayai kuliahku jika kelak aku dapat diterima di perguruantinggi. Selain kesungguhan dalam belajar untuk berjuang agar dapatlulus melalui jalur SBMPTN dan dapat diterima sesuai jurusan yangdicita-citakan, mengikuti program Bidikmisi adalah jalan yangdiharapkan dapat meringankankan biaya kuliah. Semua persyaratanprogram Bidikmisi saya persiapkan dengan baik.

Selain mengikutijalur SBMPTN saya termasuk siswa yang berprestasi di sekolah,setidaknya predikat juara kelas masih mampu saya raih. Sehingga sayadapat kesempatan mendaftar melalui jalur SNMPTN. Namun usahaku belumjuga beruntung.

Meskipunkeberuntungan belum menaungiku masuk perguruan tinggi melalui jalurSNMPTN dan SBMPTN. Usahaku  tidaklah terhenti sampai disitu,sejumlah uang tabungan saya keluarkan agar bisa mendaftar disalahsatu Universitas Negeri melalui jalur mandiri, uang Rp 350.000sebagai biaya pendaftaran tentu buat saya itu adalah biaya yang besaruntuk orang kampung dengan pengahasilan orang tua yang hanya seorangpetani karet.

Saya sangatbersyukur usahaku masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur mandirilulus sesuai pilihan jurusan yang saya harapkan. Saya dinyatakanlulus pada jurusan TEKNIK ELEKTRO (Universitas Sultan AgengTirtayasa). Akan tetapi rasa senang  kelulusan ini takberlangsung lama, melihat adanya syarat dan kewajiban yang dibebankan Universitas kepada saya untuk membayar diawal biayaPengembangan Institusi/uang pangkal minimal sebesar Rp.15.000.000(lima belas juta rupiah).

Tekat awal yangkuat untuk dapat kuliah di Universitas Negeri dan berharap setelahmenyelesaikan pendidikan nantinya dapat membantu keluarga, namuntekat itu kini tak sekuat dulu lagi melihat sejumlah biaya yangrasanya tak mampu orang tuaku bayarkan.

Berikan Kemudahan

Melalui surat ini saya memohon kepada Bapak Presiden Joko Widodo agar memberikan kemudahan kepada kami, anak-anak Indonesia, yang punya keinginan yang kuat melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi namun terkendala dengan biaya pendidikan.

Saya memohon rasakeadilan, disaat harapan masuk Universitas Negeri dapat meringankanbeban orang tua, tetapi sebaliknya Universirtas  Negeri yang dibiayai oleh Negara masih mewajibkan pembayaran biaya PengembanganInstitusi yang tidak sedikit kepada saya sebagai calon mahasiswa.

Saya memohonkepada Bapak Presiden agar anak-anak Indonesia yang bernasib sama,atau bahkan lebih susah dari saya, dapat diberikan perhatianpendidikannya. Saya percaya bahwa Bapak Presiden sangat peduli denganpendidikan Indonesia. Karena melalui pendidikanlah salah satu jalanuntuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Demikian isisurat ini saya nyatakan dengan yang sebenar-benarnya  sesuai apa yang saya alami saat ini.

Pasaman,30 Juli2019

Hormat saya

Siti Alliah

———————-

(YandhiDeslatama)

Berita Terkait