393 Sekolah di Banten Tak Bisa Ikut Seleksi Perguruan Tinggi 2018

Foto: Istimewa

Sebanyak 393 sekolah di Provinsi Banten dipastikan tidak bisa mengikuti seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) tahun 2018. Hingga pukul 00.00 WIB, Selasa (13/2/2018) dinihari, sekolah tersebut tidak mengisi data ke dalam pangkalan data siswa dan sekolah (PDSS).

Secara keseluruhan,  7.649 sekolah di seluruh Indonesia dipastikan tidak mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2018. Sekolah di Banten menempati urutan kelima dari jumlah sekolah yang tak bisa ditempati Jawa Barat dengan jumlah 1.318 sekolah. Lalu kedua, Jawa Timur sebanyak 1.067 sekolah, disusul Jawa Tengah sebanyak 789 sekolah.

Selanjutnya diposisi keempat ada Sumatera Utara sebanyak 529 sekolah, dan posisi kelima Provinsi Banten sebanyak 393 sekolah yang tercatat tidak mengisi data ke dalam PDSS untuk SNMPTN 2018.

Koordinator Humas SNMPTN dan SBMPTN 2018 Tunjung Wahadi memastikan tidak ada lagi perpanjangan waktu pengisian PDSS untuk SNMPTN 2018 ini. Karenanya, bagi sekolah yang telah mengisi data namun belum finalisasi hingga Senin malam pun, dipastikan tidak dapat mengikuti seleksi.

Baca: Wagub: Banten Targetkan Bangun 1.000 Perpustakaan

“Jumlah sekolah mengisi data ke PDSS itu sebanyak 18.553 sekolah, adapun yang sudah finalisasi hanya 16.049 sekolah. Siswa yang verifikasi ada sebanyak 1.118.137 siswa,” kata Tunjung.

Jadwal lainnya dalam pelaksanaan SNMPTN 2018 tidak ada yang berubah. Tunjung menjelaskan, pendaftaran SNMPTN akan tetap dibuka pada 21 Februari hingga 6 Maret mendatang. Kemudian, pengumuman seleksi pada 17 April, pendaftaran ulang di PTN masing-masing digelar pada 8 Mei. “Tahapan selanjutnya masih cukup banyak, tapi mengacu pada pelaksanaan sebelumnya cukup lancar,” kata dia.

Sementara itu untuk pendaftaran online Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Tahun 2018, yaitu mulai 5 April hingga 27 April, pelaksanaan tes pada 8 Mei, ujian keterampilan pada 9-11 Mei dan pengumuman hasil seleksi pada 3 Juli 2018. (dari berbagai sumber / IN Rosyadi)

Berita Terkait