Mengisi Hari Libur, Penggalang SDN Tugu Utara 01 Belajar Pengolahan Sampah
Liburan akhir pekan saat libur panjang, banyak dimanfaatkan masyarakat dan anak-anak usai sekolah untuk berwisata. Namun Penggalang atau Pramuka dari pangkalan Gudep SDN Tugu Utara 01, Koja, Jakarta Utara memanfaatkan waktu tersebut untuk belajar pengolahan sampah.
Sebanyak 44 peserta Penggalang atau Pramuka dari pangkalan Gudep SDN Tugu Utara 01, Jalan Persahabatan No.23, RT.10/RW.8, Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara terlihat sumringah dan tetap semangat belajar meski di hari libur dan di bawah terik matahari.
Puluhan Penggalang serius mengikuti kegiatan edukatif yang dilaksanakan, pada Jumat (1/5/2026), mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Kampung Pramuka Proklim, Gang Cemara.
Pada kegiatan ini, menghadirkan 12 anggota Penegak Saka Kalpataru yang berperan sebagai pemateri. Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan edukasi mengenai budidaya maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik yang ramah lingkungan.
Para peserta dipekenalkan dengan jenis tanaman hidroponik, yaitu metode menanam tanpa tanah yang cocok diterapkan di lingkungan terbatas, seperti sekolah atau rumah. Selain itu, mereka juga belajar tentang budidaya ikan sebagai bentuk latihan kemandirian dan peluang usaha sederhana.
Kegiatan semakin menarik, dengan adanya materi budidaya anggur dan tanaman hias, yang tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomis. Para anggota Pramuka diajak untuk memahami cara merawat tanaman dengan baik dan benar.
Dalam upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan, peserta juga diajarkan membuat eco enzyme dari limbah organik rumah tangga.
Kemudian materi lainnya, meliputi pembuatan pupuk kompos serta pengelolaan sampah anorganik dan bank sampah, yang bertujuan membentuk kebiasaan hidup bersih dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sejak usia dini.
Tak kalah penting, peserta juga mendapatkan pengenalan dasar tentang Bengkel Motor Cemara 01, sebagai wawasan awal di bidang keterampilan otomotif yang dapat dikembangkan di masa depan.
Materi yang disampaikan, tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan praktik langsung, sehingga para peserta dapat memahami dan menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menjadi bukti, bahwa hari libur dapat dimanfaatkan secara positif untuk menambah wawasan, khususnya dalam bidang pelestarian lingkungan.
Diharapkan, melalui kegiatan ini, para peserta dapat menjadi generasi muda yang peduli terhadap lingkungan dan mampu berkontribusi dalam pengelolaan sampah di lingkungan sekitar. (Penulis : Yusvin Karuyan)







