Mariza Ilfani, Murid SDN 2 Ranah Batahan Raih Pemenang Favorit Tingkat Nasional

pemenang favorit lomba bercerita

Mariza Ilfani utusan dari SDN 02 Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat berhasil meraih Pemenang Favorit pada Lomba Bercerita bagi Siswa dan Siswi SD/MI Tingkat Nasional 2019 yang dilakukan dari tanggal 3-5 September 2019 di Ballroom Hotel Orchadz Industri-Jakarta.

Lomba yang digelar oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia ini diikuti oleh utusan dari 34 Provinsi se-Indonesia. Para utusan ini sebelumnya telah melalui tahap seleksi secara berjenjang di seluruh Indonesia, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. Penampilan para peserta dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari praktisi dan ahli, yaitu Subekti Makdriani, Indri Savitri, Sekar, Muhammad Awam Prakoso dan Kunduri.

Sumatera Barat tidak absen mengirimkan utusannya dalam ajang lomba bergengsi ini. Tahun 2019 ini, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat mengutus Mariza Ilfani (12 th) siswa SDN 02 Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat untuk mengikuti Grand Final Lomba Bercerita bagi Siswa dan Siswi SD/MI Tingkat Nasional.

Mariza Ilfani terpilih setelah melalui rangkaian seleksi ketat pada ajang lomba yang diselenggarakan sebelumnya oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, yang menyeleksi utusan 18 Kabupaten dan kota se Sumatera Barat.

Hasil Kerjasama

“Keberhasilan Mariza Ilfani adalah hasil kerja bersama kita dalam gerakan literasi di Sumatera Barat. Terakhir kali Sumatera Barat memperoleh pemenang Harapan satu pada tahun 2013 yang lalu dan setelah itu belum mampu lagi untuk menorehkan prestasi masuk ke dalam 12 besar pemenang lomba bercerita yang diselenggarakan Perpusnas RI ini,” kata Wardarusmen, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat.

Baca:

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat berkomitmen untuk menggalakkan giat gerakan literasi menyeluruh, terutama yang paling penting bagaimana supaya minat membaca di kalangan generasi muda kita semakin meningkat, sesuai dengan target program yang dicanangkan oleh Pemerintah melalui Perpustakaan Nasional. Salah satunya dengan menggali cerita berbasis kearifan lokal di Sumatera Barat untuk kemudian dihimpun dan diterbitkan sebanyak-banyaknya.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pasaman Barat, Sutriarti yang ikut mendampingi Mariza Ilfani selama di Jakarta tak dapat menyembunyikan kegembiraannya. Beliau berharap agar dengan prestasi ini, dapat pula menjadi motivasi untuk seluruh generasi muda penerus bangsa putra-putri Pasaman Barat dalam meningkatkan minat baca sejak dini kedepannya.

“Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pasaman Barat sudah melaksanakan banyak kegiatan serta kerjasama langsung dengan berbagai pihak baik guru-guru maupun relawan penggerak literasi di Pasaman Barat untuk meningkatkan minat baca sejak dini ini,” kata Sutriarti.

Pegian Literasi

Rosmida, Kepala SDN 02 Ranah Batahan yang juga turut mendampingi Mariza Ilfani mengatakan, “Saya sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini, apalagi terintegrasi dengan KURTILAS. Terimakasih juga kepada kawan-kawan pegiat literasi serta perpustakaan daerah yang menyelenggarakan kegiatan yang berhubungan dengan menumbuh kembangkan minat baca di kalangan anak-anak kita.”

“Harapan saya semoga kita pihak sekolah dan Dinas Pendidikan dan kebudayaan dapat sejalan dengan program kawan-kawan pegiat literasi di Pasaman Barat serta tentunya dengan pihak Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, sama sama bekerja sama dalam mendidik dan mencerdaskan kehidupan bangsa khususnya generasi muda kita. Agar kita dapat menghasilkan sumberdaya manusia yang berkualitas dan unggul. Kegiatan membaca akan lebih ditingkatkan dan fokus melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, memanfaatkan perpustakaan sekolah dan memberdayakan kawan-kawan pegiat literasi sebagai tenaga pendamping,” kata Rosmida.

Kedua orangtua Mariza Ilfani terkhusus menyampaikan ucapan syukur dan berterimakasih kepada semua orang yang telah ikut menyokong Mariza ilfani bisa ikut lomba bercerita hingga ke tingkat Nasional dan masuk 12 besar sebagai salah satu Pemenang Favorit,  baik instansi terkait Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pasaman Barat, Kepala Sekolah dan guru pendamping dari SDN 02 Ranah Batahan, Denni Meilizon Ketua Forum Pegiat Literasi Pasaman Barat sebagai pelatih serta masyarakat Sumatera Barat yang telah ikut mengirimkan doa untuk keberhasilan Mariza.

Adapun urutan pemenang Lomba Bercerita bagi Siswa dan Siswi SD/MI Tingkat Nasional 2019 sebagai berikut; Pemenang 1 diraih oleh Sinna Resyadia dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Pemenang 2 diraih oleh Abdul Aisy Abrisyam dari Provinsi Jawa Timur.

Pemenang 3  Dhafin Favian Ashodiq dari Provinsi DI Yogyakarta, Pemenang Harapan satu diraih Denis Andrean dari Provinsi Sumatera Selatan, Pemenang Harapan kedua Faisal Febian Khairi dari Provinsi Jawa Barat, Pemenang Harapan ketiga Talita Nasiwa dari Provinsi Kalimantan Barat.

Dan Enam Pemenang Favorit yaitu: Mariza Ilfani dari Provinsi Sumatera Barat, Muhammad Zaki Firmansyah dari Provinsi Sumatera Utara, Putu Sri Pratiwi dari Provinsi Bali, Muhammad Taifur Isa dari Provinsi Kalimantan Selatan, Salsa Imelda dari Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Rendi Aditia dari Provinsi Jawa Tengah.

Penyerahan hadiah dilakukan oleh Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Dra. Woro Titi Haryati, MA mewakili Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Masing-masing pemenang menerima piala, piagam dan uang pembinaan.

Selain mengikuti rangkaian lomba, para peserta juga diberikan pembekalan khusus oleh praktisi dan ahli. Kemudian beserta pendamping, oleh pihak pantia diberikan tur kunjungan wisata baca ke Perpustakaan Nasional serta diundang untuk menghadiri acara puncak Gemilang Perpustakaan Nasional 2019 pada Kamis (5/9) malam. di Ballroom Djakarta Theater. (Muhammad Fadhli)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait