Politik

Waduh! Tambah Petugas Badan Adhoc KPU di Banten Meninggal 7 dan Sakit 30 Orang

Petugas badan adhoc yang terdiri dari PPK, PPS, KPPS dan Linmas yang meninggal di Banten bertambah dari tiga orang menjadi tujuh orang. Sedangkan data yang sakit dan dirawat dari 20 orang menjadi 30 orang.

Demikian data yang disampaikan Wahyul Furqon, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten, Selasa (23/4/2019). Data tersebut merupakan update higga pukul 12.30 WIB, Senin (22/4/2019).

Keempat petugas badan adhoc yang meninggal adalah Reza Agustian Maulana (23 tahun) yang merupakan Linmas yang bertugas di TPS 11 Desa Kadubeureum, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang. Asmuni, anggota KPPS Sukamaju, Kabupaten Pandeglang. Imanudin (25 tahun), anggota KPPS Sukamaju, Kabupaten Pandeglang dan Danu Rudanu, anggota KPPS Curug, Kota Serang.

Sedangkan ke-10 data tambahan orang yang sakit adalah Enda Suhendar (PPS Cikeusik), Hasanudin Ali (KPPS Pisangan Tangsel), Mufrodi (KPPS Pabean Cilegon), Soladin (KPPS Pabean Cilegon), Sugeng (KPPS Pabean Cilegon), Lukas Effendi (KPPS Kedaleman Cilegon), Tasrifin (KPPS Cibeber Cilegon), Ahmad Sahroni (KPPS Bagendung Cilegon), Nurhayati (KPPS Samangraya), Bambang Haryanto (KPPS Cibeber), Yanti Yunarti (KPPS Cibeber), Suryanto (KPPS Jombang) dan Basir (KPPS Ciwaduk).

Baca: Pemilu di Banten: 3 KPPS dan Linmas Meninggal, 20 Orang Dirawat dan Pingsan

Sebelumnya, Sebanyak tiga orang meninggal dan 20 orang mengalami sakit selama penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Banten. Mereka merupakan anggota PPK, PPS, KPPS dan Linmas. Demikian dikemukakan Wahyul Furqon, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten kepada MediaBanten.Com, Senin (22/4/2019).

Ketiga anggota badan adhoc yang meninggal dunia adalah Hanafi (anggota KPPS Tangerang Selatan), Jumri (anggota KPPS Kabupaten Lebak) dan Anis Gunawan (anggota Linmas Kabupaten Tangerang). “Data ini merupakan data pada tanggal 21 April 2019,” kata Wahyul Furqon.

Sedangkan 20 orang yang mengalami sakit terdiri dari 12 orang dirawat dan 8 orang pingsat atau sakit. Sebagian mereka ada yang sudah bisa pulang dan sebagian lagi masih dirawat di rumah sakit terdekat. (Adityawarman)

Iman NR

Back to top button