Pemkot Tangerang Tutup Sementara Tanggul Jebol di Taman Cipulir
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang telah melakukan langkah cepat dengan menutup sementara tanggul jebol di Perumahan Taman Cipulir, Larangan, agar luapan air tidak membanjir pemukiman warga.
“Untuk penanganan tanggul jebol, kami sudah tutup sementara dengan karung berisi pasir atau kisdam agar luapan tidak terlalu deras. Hari ini kita menunggu kondisi cuaca untuk pekerjaan permanen,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Taufik Syahzaeni Kota Tangerang saat dihubungi, Senin.
Ia mengatakan upaya tersebut telah dilakukan petugas usai mendapatkan informasi dari warga. Kisdam yang sudah disiagakan langsung digunakan menutup tanggul yang jebol.
Sedangkan untuk penanganan selanjutnya akan dilakukan setelah banjir surut dengan material dan petugas yang sudah siap langsung bekerja. Pasalnya hujan masih berpotensi terjadi pada pekan ini.
“Kami sudah mitigasi, termasuk juga yang meluap dari tanggul, kami pasang kisdam agar tidak terlalu besar luapannya ke pemukiman warga,” ujarnya.
Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan Dinas PUPR Kota Tangerang Iwan Nursyamsu menambahkan sejauh ini laporan kebocoran tanggul baru ada di Taman Cipulir. Adapun titik banjir lainnya seperti di Periuk kalau wilayah barat dan Ciledug akibat limpasan air sungai.
“Pemasangan kisdam juga kamia lakukan pada titik jembatan Bendungan Polor, Kali Angke, serta titik Periuk Damai RW 08. Dan lainnya masih fokus pada normalisasi dan evakuasi warga,” katanya.
Perlu diketahui hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Tangerang sejak Sabtu (7/3) malam menyebabkan sejumlah wilayah terdampak banjir. Beberapa kawasan yang mengalami antara lain Kecamatan Periuk, Karangtengah, dan Pinang.
Wali Kota Tangerang Sachrudin memastikan langkah penanganan darurat telah dilakukan oleh Pemkot Tangerang.
“Sejumlah wilayah yang terdampak sudah dilakukan evakuasi bagi warga yang membutuhkan. Posko darurat dan posko kesehatan juga sudah disiagakan, sementara pompa-pompa air terus dimaksimalkan agar genangan di permukiman warga bisa segera surut,” ujar Sachrudin. (Pewarta : Achmad Irfan – LKBN Antara)










