Kemensos Salurkan Bantuan Rehabilitasi Sosial bagi 100 KPM di Serang
Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Sentra Galih Pakuan menyalurkan bantuan Atensi atau Asistensi Rehabilitasi Sosial bagi 100 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdiri dari lanjut usia (lansia), anak, dan penyandang disabilitas di Kota Serang, Banten.
Kepala Sentra Galih Pakuan Dian Bulansari di Serang, Banten, Selasa, menjelaskan penyaluran bantuan rehabilitasi sosial ini sangat bergantung pada usulan data dari pemerintah daerah (pemda) yang kemudian diverifikasi dan diasesmen ulang oleh tim pendamping.
“Dari sekitar 500 usulan yang masuk, kami melakukan verifikasi berdasarkan kriteria DTKS (Data Tunggal Kesejahteraan Sosial) Desil I hingga IV, yang lolos ada 247 orang. Saat ini ada 100 orang yang menerima, namun proses ini akan terus berlanjut ke termin berikutnya bagi sekitar 147 orang lainnya yang sudah sesuai kriteria,” kata Dian.
Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing penerima hasil asesmen lapangan, mulai dari sembako, nutrisi, perlengkapan dapur, perlengkapan kamar, hingga alat bantu bagi penyandang disabilitas.
“Tadi secara simbolis juga kami serahkan alat bantu kursi roda untuk anak dengan kondisi Cerebral Palsy (CP). Kami pastikan tidak ada kuota pendamping, semua berbasis data kebutuhan riil di lapangan,” tambahnya.
Sementara itu Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia mengapresiasi bantuan senilai total Rp172 juta yang dikucurkan langsung kepada warga rentan di wilayahnya tersebut. Ia berharap bantuan stimulan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para penerima.
“Total bantuan sebesar Rp172 juta untuk 100 KPM berupa kursi roda, kasur, sembako, hingga nutrisi. Kami sangat berterima kasih atas dukungan Kemensos bagi warga kami,” ujar Agis.
Lebih lanjut Agis menekankan bahwa selain bantuan fisik, Pemerintah Kota (Pemkoy) Serang juga fokus pada Program Sekolah Rakyat (SR) sebagai upaya memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.
“Harapan kami, masyarakat miskin bisa keluar dari kondisinya dan menjadi mandiri serta berdaya melalui berbagai kegiatan ekonomi dan pendampingan yang berkelanjutan,” ucap Nur Agis Aulia. (Oleh Desi Purnama Sari – LKBN Antara)










