Air Sungai Ciujung-Ciberang Naik, Lebak “Siaga II” Ancaman Banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak menetapkan status “Siaga II” ancaman banjir di wilayahnya. Pasalnya, permukaan Sungai Ciujung-Ciberang mencapai 397 Cm dengan debit 501 meter kubik per detik.

“Kami minta warga yang tinggal di daerah aliran sungai agar meningkatkan kewaspadaan bencana banjir,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Rabu (2/1/2019) seperti dikutip MediaBanten.Com dari antaranews.com.

Curah hujan sejak beberapa hari terakhir di wilayah Kabupaten Lebak cukup tinggi. Hujan berpeluang terjadi pagi, siang, sore, malam hingga dinihari.

Intensitas curah hujan lebat, sedang dan rendah, sehingga berpotensi ancaman banjir dan longsor. Bahkan, satu pekan lalu banjir juga menerjang beberapa desa di Kecamatan Banjasari.

BPBD mengimbau masyarakat khususnya yang tinggal di daerah bantaran sungai agar waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana banjir. Sebab, wilayah Kabupaten Lebak sebagian besar menjadi ‘langganan’ banjir akibat luapan sejumlah sungai. Selain itu juga daerah rawan longsor karena terdapat perbukitan dan pegunungan. Petugas BPBD saat ini melaksanakan penyisiran di lokasi-lokasi rawan bencana alam.

Baca: Karang Taruna Banten Beri Bantuan Pedagang Asongan di Daerah Tsunami

Ia juga mengintruksikan kepada masyarakat, aparat kecamatan, desa/kelurahan dan relawan agar meningkatkan kewaspadaan. “Kami yakin melalui kewaspadaan dapat mengurangi risiko kebencanaan,” katanya.

Menurut dia, pihaknya juga telah menyiapkan berbagai peralatan, relawan dan logistik, termasuk obat-obatan. Peralatan yang dimaksud, antara lain perahu motor, pelampung, tenda, kendaraan operasional juga mobil dapur.

BPBD berkoordinasi dengan TNI, Polri, Tagana, PMI, Dinas Bina Marga, Dinas Kesehatan, Orari, pers, aparat kecamatan dan masyarakat. Saat ini, personel BPBD dan para relawan tangguh yang bersiaga selama 24 jam di Posko Utama Penanggulan Bencana.”Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk penanganan kebencanaan dengan bertindak cepat melakukan evakuasi juga penyaluran bahan pokok,” katanya.

Sementara itu, Sardi (50) seorang warga yang tinggal di bantaran Sungai Ciujung Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengatakan, masyarakat kini meningkatkan kewaspadaan menyusul tingginya permukaan air sungai itu. Peningkatan air permukaan dan debit sungai itu karena hujan terus menerus dan berpeluang meluap hingga menimbulkan banjir. “Kami dan warga di sini melakukan ronda malam karena khawatir hujan malam hari yang bisa menimbulkan luapan air sungai,” katanya. (IN Rosyadi)

Berita Terkait