Lingkungan

Al Muktabar Ingatkan Banten Harus Siap Antisipasi 14 Jenis Bencana

Sekertaris Daerah (Sekda) Banten, Al Muktabar membenarkan, Provinsi Banten masuk daerah yang rawan terjadi bencana. Dari 14 jenis bencana, semua ada di provinsi ini dan harus siap siaga mengantisipasinya.

Ke-14 jenis bencana itu adalah gempa bumi, gelombang tsunami, pergeseran lempeng bumi, tanah longsor, banjir, kekeringan, kebakaran, dan cuaca ekstrem.

“Menghadapi itu, kesiapsiagaan bencana secara bersama sangat penting dilakukan. Ini sesuai amanah UU No.24 tahun 2007 tentang penaggulangan bencana,” kata Al Muktabar dalam apel kesiapsiagaan bencana Kantor BPBD Banten, Kota Serang, Selasa (26/4/2022).

Sekda Banten berharap, bisa mengurangi resiko bencana dengan kemampuan mengidentifikasi, menganalisis, mengambil tindakan pencegahan dan mitgasi bencana.

“Dengan semakin meningkatkan intesitas bencana, upaya penanganannya perlu ditangani secara komperhensif, multi sektor, terpadu dan terkoordinasi dengan baik,” katanya.

Provinsi Banten memiliki pengalaman bencana sejak tahun 2017 yang menimbulkan korban jiwa, kerugian materi dan lainnya.

Pengalaman itu adalah tsunami di Selat Sunda, gempa bumi dan angin putting beliung di Pandeglang, banjir bandang di Kabupaten Lebak dan Kota Cilegon, longsor, kekeringan dan jenis bencana lainnya.

Kata Al, perlu dipahami filosofi penanggulangan bencana adalah menjauhkan masyarakat dari bencana, menjauhkan bencana dari masyarakat dan hidup berdampingan dengan bencana (living harmony with disaster).

Sekda Banten, Al Muktabar juga mengingatkan 6 aspek saat kegiatan penanggulangan bencana dilakukan.

Pertama, penanganan bencana harus ditekankan pada keseluruhan manajemen resiko dan bukan hanya pada tanggap darurat.

Kedua, menjamin terselenggaranya penanggulangan bencana seara terencana, terpadu, terkoordinasi dan menyeluruh.

Ketiga, memberikan perlindungan masyarakat dari ancaman bencana.

Keempat, penjamin pemenuhan hak masyarkat dan pengungsi yang terkena bencana sesuai dengan standar pelayanan minimum.

Kelima, membangun partisipasi kemitraan publik dan swasta. Keenam, pemulihan kondisi paska kondisi.

Sekda Banten mengatakan, apel keseiapsiagaan benana diharapkan membangun komitmen bersama, terlibat aktif dan mendorong tebentuknya gerakan dan kesiapsiagaan berbasis masyarakat.

“Kegiatan ini tentu saja merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian seluruh unsur dalam upaya kesiapsiagaan bencana,” katanya. (* / Editor: Iman NR)

SELENGKAPNYA
Back to top button