Asda III Lebak: Semaksimal Mungkin Sosialisasi Pemahaman Kebangsaan

pendopo kabupaten lebak

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan sosialisasi pemahaman kebangsaan di setiap daerah di Kabupaten Lebak. Demikian dikemukakan Asda III Pemkab Lebak, Dedi Lukman Indepur, Rabu (6/11/2019).

Pernyataan itu untuk menanggapi berita MediaBanten.Com berjudul “PMII Lebak Minta Pemkab Sosialisasikan Pemahaman Kebangsaan”, tanggal 5 November 2019.

“Saya menghormati dan menghargai kritik yang disampaikan PMII Kabupaten Lebak untuk terus peduli terhadap masalah-masalah kebangsaan. Persoalan-persoalan kebangsaan sudah semaksimal mungkin dilakukan oleh Pemerintahan Daerah,” ujar Dedi.

“Selain itu juga disetiap pos anggaran ada nomenklaturnya masing-masing. Ada yang memang dilaksanakan oleh Kesbangpol, ada juga di Dinas Sosial dan dinas yang lainnya,” lanjut Dedi.

Baca:

Dalam pertemuan yang dilaksanakan hari Selasa (5/11/2019) di kantor Pemerintahan Daerah Kabupaten Lebak selain memang membahas persoalan anggaran kebangsaan, PMII Lebak juga meminta doa kepada Pemkab Lebak untuk mendukung kegiatan Dialog Lintas Iman yang akan di laksanakan oleh PMII Kabupaten Lebak.

“Selain membahas persoalan anggaran, kami juga membahas untuk bagaimana melakukan langkah-langkah yang tepat demi menghalau dan meminimalisir misunderstanding persoalan-persoalan kebangsaan,” ujar Agung Sujana, Ketua Bidang Keagamaan PC PMII Kabupaten Lebak.

“Jadi kedepan, insyaAllah kita dari PMII kabupaten Lebak akan melaksanakan Dialog Lintas Iman yang mengundang tokoh-tokoh lintas agama di Kabupaten Lebak untuk sama-sama memandang Pancasila sebagai pedoman dalam bernegara demi menghalau arus radikalisasi di Kabupaten Lebak,” lanjut Agung.

“Tadi juga kami sudah meminta doa dan ridhonya demi kelancaran konsolidasi kesetiap leading sector demi kepentingan bersama ini. Dan alhamdulillah tadi Pak Asda sudah meridhoi dan mendoakan, bahkan. Beliau siap menjembatani dalam komunikasi ke setiap stake holder di Kabupaten Lebak,” tegas Agung. (Asep Murtadho Rizal)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait