Berhala-berhala di Zaman Jahiliyah

Foto: Google

Konon ada 360 berhala yang disembah kafir Quraisy. Mereka mengagungkan dan memuja berhala-berhala itu. Beberapa sahabat Nabi SAW juga pernah menjadi penyembah berhala. Setelah datangnya Islam, mereka menyerahkan jiwa raganya untuk berbakti dan hanya menyembah Tuhan yang Satu, yakni Allah SWT.

Umar bin Khatab adalah salah satu sahabat yang pernah menjadi penyembah berhala. Umar terkadang tersenyum. Dia membuat adonan dari gandung untuk dijadikan berhala. Pada saat Umar kelaparan, ia memotong berhala itu untuk dimakan.

Berikut adalah nama-nama yang diberikan kepada berhala-berhala pada masa Jahiliyah itu.

Isaf dan Nailah

Berhala ini ditempatkan di pintu Ka’bah Masjid al-Haram

Uqaishir

Berhala milik Qudha’ah, Lakham, dan Amilah yang terletak di jalan utama Kota Syam.

Al-Jalsad

Patung ini teletak di Hadramaut. Patung ini menjadi sesembahan penduduk Kindah.

Dzul-Khalashah

Terletak di Tubalah antara Makkah dan Yaman. Berhala ini sangat diagungkan oleh kaum Kats’am, Bujailah, Azd As-Surat, dan orang-orang Hawazin yang tinggal di sekitar mereka.

Dzusy Syara

Berhala ini dimiliki oleh Bani Harist bin Mubasyir Alazadi.

Dzul Kaffain

Berhala ini dimiliki oleh Daus.

Suwa’

Berhala milik Suku Hudzail dari Madarakah, yaitu terletak di Yanbu’, dekat Madinah.

Dhaizanan

Dua buah berhala yang dijadikan sesembahan oleh Judzaimah al-Abrasy di Hirah. Ada yang mengatakan, kedua berhala ini ditempatkan oleh Al-Mundzir al-Akbar di pintu Hirah agar setiap orang yang memasuki Hirah bersujud kepada keduanya untuk menguji sekaligus mengetahui kepatuhan mereka.

Baca: Pemprov Banten Kembali Akan Cetak Mushaf Al-Quran Al-Bantani Tahun 2019

A’im

Berhala ini dimiliki oleh Azd As-Surat.

Uzza

Berhala ini terdapat di sebelah kanan jalan dari Makkah menuju Irak. Uzza merupakan berhala yang paling besar di kalangan kaum Quraisy.

Lata

Berhala ini terletak di Kota Thaif. Sekarang, posisinya terletak di sebelah kiri menara Masjid Ath-Thaif.

Manah

Merupakan berhala bangsa Arab yang paling tua. Berhala ini terletak di tepi pantai wilayah al-Musyallal di Qudaid, sebuah tempat antara Makkah dan Madinah.

Nasr

Sebuah berhala yang terdapat di Yaman. Berhala ini dibuat oleh penduduk Himyar dan mereka menyembahnya di daerah Balkha’.

Hubal

Berhala ini terdapat di dalam Ka’bah.

Wadd

Berhala ini dibuat oleh Kalb di Daumatul Jandal.

Ya’uq

Berhala ini dibuat oleh kabilah Hamdan di Desa Khaiwan, dekat Kota Shan’a.

Yaghuts

Berhala ini dibuat oleh Suku Madzhij dan penduduk Jurasy.

Menurut Ibnu Katsir, berhala lainnya yang biasa dijadikan sesembahan adalah Qais, Riyam, Ridla, Dzil Ka’baat yang tersebar di sejumlah daerah.

Mengutip hadis Nabi SAW riwayat Bukhari dari sanad Ibnu Abbas, dikatakan, ”Patung-patung yang ada pada zaman Nabi Nuh AS merupakan patung-patung yang disembah pula di kalangan bangsa Arab setelah itu. Adapun Wadd adalah berhala yang disembah oleh Suku Kalb di Daumatul Jandal. Suwa adalah sesembahan Hudzail. Yaghuts sesembahan Suku Murad, kemudian berpindah ke Bani Ghatif di lereng bukit yang terletak di Kota Saba.”

”Adapun Ya’uq adalah sesembahan Suku Hamdan. Nasr sesembahan Suku Himyar dan keluarga Dzi Kila’. Padahal, nama-nama itu adalah nama orang-orang saleh yang hidup zaman Nabi Nuh AS.

Setelah mereka wafat, setan membisikkan kaum yang saleh supaya dibuat patung-patung mereka di tempat-tempat pertemuan dan menamainya sesuai dengan nama-nama mereka. patung-patung itu tidak disembah sebelum orang-orang saleh itu mati dan ilmunya telah hilang dari kalangan mereka. Dari situlah, dimulai penyembahan terhadap berhala-berhala itu.” (Dikutip dari republika.co.id)

Berita Terkait