Ekonomi

BI Banten : 2023 Pertumbuhan Ekonomi di Banten 4,81 Persen

Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten pada triwulan IV November 2023 lebih rendah 4,81 persen secara yoy, secara nasional dibandingkan tahun 2022.

Demikian disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Banten, Ameriza M. Moesa, saat kegiatan Taklimat media laporan perekonomian provinsi Banten edisi November 2023, di salah satu cafe di kota Serang, Senin (12/2/2024).

“Pertumbuhan ekonomi 4,81 persen secara yoy, lebih rendah dari nasional 4,81 persen. Namun ini bukan berita buruk,” ungkapnya.

Ameriza M. Moesa mengatakan pertumbuhan ekonomi lebih rendah tahun 2023 di pengaruhi beberapa faktor, seperti faktor, el nino, komoditas dunia dan lambatnya pertumbuhan ekspor di Provinsi Banten.

“Faktor yang mempengaruhi salah satu nya ada faktor el nino, kemudian juga akomoditas dunia, di banten eksport,” terangnya.

Meski demikian, kata Ameriza. pihaknya pertumbuhan ekonomi di Banten tahun 2024 diproyeksi optimis tetap positif dan lebih tinggi dibandingkan tahun 2023..

“Tahun 2024, kami proyeksikan pertumbuhan perekonomian banten diprediksi tumbuh lebih cepat dengan kisaran angka 4,7 sampai 5,5 yoy,” tuturnya.

Adanya peningkatan tersebut dipengaruhi Pencabutan tax rebate China dan Bea Masuk Ditanggung Pemerintah thd Ferro-Alloy China terhadap produk baja olahan berpotensi mendorong daya saing besi baja lokal

lanjutnya, Rencana penurunan Fed Fund Rate (FFR) pada Semester II 2024 seiring dengan membaiknya perekonomian Amerika Serikat.

Mulai beroperasinya pabrik baru dan peningkatan kapasitas produksi besar pada industri baja dan petrokimia.

“Penerapan Rencana Tata Ruang Wilayah Pemerintah Daerah dalam pengembangan Kawasan Agroindustri dan Revitalisasi Saluran Irigasi diharapkan dapat mendukung sektor Pertanian,” jelasnya.

Konsumsi RT meningkat sejalan meningkatnya confidence Masyarakat. Dan sejalan dengan peningkatan permintaan industri petrokimia domestik.

Kenaikan UMP 2024 sebesar diperkirakan mendorong kinerja konsumsi RT seiring pelonggaran berbagai Kebijakan dan insentif yang masih diberikan Pemerintah. Peningkatan demand terhadap quality leisure meningkatkan permintaan terhadap pariwisata domestik.

Aden Hasanudin / Editor : Abdul Hadi

Aden Hasanudin

Back to top button