Biang Semrawut, Dua Ruas Jalan Serpong Dilebarkan di Tangsel

Jalan Buaran - Rawa Buntu yang tengah dilebarkan Pemkot Tangsel. (Foto: Istimewa)

Ruas Jalan Buaran – Rawa Buntu dan ruas Jalan Bhayangkara di Serpong dikenal sebagai jalan yang arus lalu lintasnya disebut biang macet dan semrawut. Penyebabnya, selain kondisi jalan yang tak memdai, juga lebar jalan sudah tak mampu menampung arus kendaraan.

Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) segera memperbaiki dan melebarkan dua ruas jalan pada tahun ini. Kedua ruas jalan itu, yakni Jalan Buaran-Rawa Buntu di Serpong dan Jalan Bhayangkara di Serpong Utara. Kedua ruas jalan ini kini macet dan semrawut.

Untuk ruas Jalan Buaran-Rawa Buntu, Dinas Pekerjaan Umum bakal melakukan betonisasi. Pada sejumlah titik ruas jalan, memang terpantau jalan dalam kondisi rusak sedang. Belum lagi, ada juga titik jalan yang dipatching dan bergelombang serta adanya genangan air pada saat hujan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Aries Kurniawan mengatakan Jalan Buaran-Rawa Buntu menjadi akses penting masyarakat Tangsel di wilayah Serpong. Tak heran, ruas jalan penghubung wilayah Setu, Serpong ini ramai dilalui pengendara setiap harinya.

Baca:

“Ruas Jalan Buaran-Rawa Buntu ini kan jadi akses masyarakat Tangsel menuju wilayah Bogor lewat Jalan Pasar Jengkol dan menuju jakarta lewat jalan tol Ulujami – Serpong” kata Aries menjelaskan kepada wartawan, Senin, (14/9/2020).

Lantaran Jalan Buaran-Rawa Buntu ini begitu penting, tak heran jika ruas jalan itu selalu macet terutama saat jam sibuk. “Volume lalu lintas tinggi, sehingga sering menimbulkan kemacetan,” kata Aries.

Dikatakannya ada dua segmen pekerjaan yang dilakukan di ruas jalan tersebut. Untuk Segmen 1 Jalan Rawa Buntu dengan panjang eksisting 1.350 meter dengan lebar 13 sampai 20 meter dan Segmen 2 Jalan Buaran dengan panjang eksisting 400 meter dengan lebar 5,5 meter.

“Rencana kontruksi jalan beton. Dimana Segmen 1 Jalan Rawa Buntu panjang 1.350 meter dengan pelebaran 8-15 meter dan Segmen 2 Jalan Buaran panjang 400 meter dengan pelebarann 2,5 meter,” tandasnya.

Baca:

Menurut Aries, pada Segmen 1 Jalan Rawa Buntu nantinya akan dibuat enam lajur. Dimana enam lajur ini nantinya dibagi tiga lajur kanan dan tiga lajur kiri, dilengkapi dengan utilitas.

Meski begitu, Aries mengaku ada kendala yang dihadapi Dinas Pekerjaan Umum di lapangan, yakni masalah pembebasan lahan. Ada tujuh lokasi yang belum bebas, yakni Upnormal, TB Agung, SPBU BP (british petroleum), rumah makan Gabus Pucung, Kios Terpal dan bengkel motor/tambal ban/ganti oli motor (samping RM Ayam Kremes Bu Condro) serta Bebek Kaleyo.

“Kita berharap pekerjaan akan selesai tepat waktu, 142 hari kalender. Untuk enam titik lahan yang belum dibebaskan, segera selesai. Selanjutnya dapat mengurai kemacetan yang terjadi di ruas jalan ini,” imbuhnya.

Masih menurut Aries, untuk memfasilitasi pejalan kaki dan menyediakan ruang publik bagi masyarakat, Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangsel juga melakukan pembangunan pedestrian di Jalan Buaran-Rawa Buntu-Kencana Raya. Totalnya sepanjang 2,8 Kilometer kanan dan kiri jalan.

“Nantinya, saluran air akan didesain tertutup dibawah pedestrian dengan kontruksi saluran precast dan pedestrian concrete stamp atau beton pola,” tuturnya.

Sementara itu, Aries mengaku untuk ruas Jalan Bhayangkara bakal dilakukan pelebaran. Saat ini jalan penghubung wilayah Alam Sutera, Bintaro dan wilayah Ciledug ini masih satu lajur tiap arahnya. Rencananya, ruas jalan yang melintasi Pusat Pendidikan Lalu Lintas (Pusdiklantas) Polri ini bakal dibuat 2 arah, 1 arah terdapat 2 lajur.

“Volume lalulintas di Jalan Bhayangkara ini sangat tinggi dan menimbulkan kemacetan. Sehingga pelebaran jalan mutlak diperlukan. September ini mulai dikerjakan,” katanya. Ia menambahkan kondisi eksisting ruas jalan, memiliki lebar 6 meter dengan panjang 1,4 kilometer.

“Dari lebar eksisting 6 meter dilebarkan 6,5 meter menjadi 12,5 meter, pelebaran jalan tersebut akan dibangun sepanjang 400 meter dari mesjid alam sutra hingga Pusdiklat Polri. Dengan 2 arah, 1 arah ada 2 lajur. Untuk kontruksinya nanti akan dibetonisasi,” ujat Aries. (Rivai Ikhfa)

Next Post

Warga Gang H Djum 1 Protes Palang Kompleks Mahkota Simprug

Sen Sep 14 , 2020
Pemasangan palang otomatis di Kompleks Mahkota Simprug diprotes Warga Gang H Djum 1, Kelurahan Paninggilan, Keamatan Ciledug, Kota Tangerang, Senin (14/9/2020). Protes itu diwujudkan dalam bentuk jalan masuk kompleks diblokade warga dan membentangkan kain berisi pesan penolakan tersebut. Lihin, salah seorang warga yang protes itu mengatakan, penerapan palang otomatis tersebut […]
Jalan Buaran - Rawa Buntu yang tengah dilebarkan Pemkot Tangsel. (Foto: Istimewa)