Posko Pengungsi dan Dapur Belum Berdiri Paska Gempa 7,4 SR

Posko pengungsian dan dapur umum bagi warga terdampak gempa Selat Sunda, yang rumahnya rusak, belum berdiri.

“Posko pengungsian dan dapur umum belum ada. Sampai semalam bantuan logistik belum ada. Paling dibutuhkan (perbaikan) tempat tinggal, tempat tidur, kebanyakan kamar juga kena, kasurnya enggak bisa dipakai lagi,” kata anggota Polsek Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Bripda Catur Andi Prajoko, saat ditemui dikantornya, Sabtu (03/08/2019).

Masyarakat di Desa Panjang Jaya memilih mengungsi ke rumah saudara atau tetangganya yang tidak rusak. Langaran lokasi pengungsian dan dapur umum belum berdiri. “Warga ngungsi ke rumah saudara nya. Pada saat kejadian kan belum terlalu malam, warga belum tidur, jadi panik aja pada keluar,” jelasnya.

Catur bercerita kalau kerusakan rumah warga paling banyak ada di bagian kamar dan dapur. Sedangkan desa paling parah yang mengalami kerusakan akibat gempa, ada di Desa Panjang Jaya. “Ada 10 rumah rusak berat. Tidak bisa dihuni, harus mengungsi. Kerugian materil mencapai Rp 350 juta,” terangnya.

Baca:

Hingga pukul 00. WIB pihak Kecamatan Mandalawangi sudah mencatat 40 unit rumah rusak akibat gempa berkekuaran 7,4 SR di perairan Sumur, Jumat (2/8).

Camat Mandalawangi, Entus Bakti yang dihubungi menjelaskan, jumlah rumah warga yang rusak di wilayah kerjanya kemungkinan terus bertambah. Sebab pihaknya masih melakukan pendataan dan menunggu laporan dari warga dan aparat desa.

“Masih terus mendata. Kami belum rekap semua. Kemungkinan masih akan terus bertambah jumlah rumah yang rusak,” terang Entus.

Terkait kemungkinan adnya korban jiwa, Euntus mengaku belum menerima laporan. “Mudah2an tidak ada,” pungkasnya. (Yandhi Deslatama / Rukman Nurhalim Mamora)

Berita Terkait