Hindari Jalan Perintis Fly Over Cikokol Tangerang, Ditutup 1,5 Bulan

Ilustrasi Penutupan Jalan. (Foto: Istimewa)

Ruas Jalan Perintis Fly Over Cikokol di Kota Tengerang ditutup sementara selama 1,5 bulan. Penutupan ini karena di ruas jalan itu tengah dilakukan perbaikan jalan yang menghubungkan Jalan MH Thamrin dengan Jalan Sudirman.

“Penutupan dimulai sejak Jumat, 11 September 2020 kemarin dan sampai kurang lebih 1,5 bulan ke depan,” ujar Kepala Dinas PUPR, Decky Priambodo, Senin (14/9/2020).

Karena itu, pengguna jalan yang akan melintas diimbau untuk menghindari Jalan Perintis Flyover Cikokol.

Penutupan jalan dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) dan Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Satlantas Polres Metro Tangerang Kota.

Baca:

Perbaikan tersebut, diakui Decky hanya dilakukan di satu sisi Jalan Perintis yang menuju Jalan Sudirman. “Kami perbaiki satu sisi jalan yang rusak. Panjangnya 400 meter dengan lebar 8 meter,” tuturnya.

Untuk rekayasa lalu lintasnya, Decky menerangkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Lantas Polres Metro Tangerang dan Dishub. “Untuk bus/truk/kontainer akan dialihkan ke Jalan Baru (Liem Sioe Liong) kemudian mengarah ke Jalan Imam Bonjol, lanjut ke Jalan Teuku Umar dan bisa langsung ke Jl. Sudriman,” paparnya.

Sedangkan untuk kendaraan kecil bisa langsung ke Jalan Perintis Kemerdekaan menuju Jalan Veteran atau Jalan M Yamin.

Sebelumnya, Pemerintahan Kota Tangerang mengaku kewalahan dalam perbaikan kondisi jalan rusak. Anggaran Pemkot Tangerang tak memadai dalam proses pemeliharaan jalan tersebut. Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Decky Priambodo mengatakan banyak sejumlah titik jalan di kota berjuluk seribu industri sejuta jasa ini bertabur lubang.

“Kami hanya punya anggaran Rp 9 miliar pada tahun ini untuk pemeliharaan jalan,” ujar Decky saat ditemui Warta Kota di ruang kerjanya, Jumat (7/8/2020).

Angka tersebut berbanding jauh dengan anggaran yang harus dikucurkan untuk perbaikan jalan yang rusak berat. Decky menyebut ada tiga titik jalan yang babak belur. “Ketiga jalan yang paling babak belur itu saja memerlukan sekitar Rp68 miliar. Di antaranya Jalan Garuda, Jalan Juanda dan Jalan Suryadharma,” ucapnya.

Ia merinci untuk perbaikan Jalan Juanda sebesar Rp. 34 miliar. Sedangkan Jalan Garuda Rp. 19 miliar dan Jalan Suryadharma membutuhkan Rp. 14 miliar. “Maka dari itu kami membutuhkan perbaikan ini dari pemerintah pusat. Karena jalan – jalan itu merupakan jalur proyek pembangunan nasional. Seperti Kereta Bandara Tol Bandara hingga perluasan Bandara Soetta,” kata Decky.

Belum lagi ditambah ruas jalan lainnya yang berlubang. Seperti akses menuju Kantor Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah yakni Jalan MH Thamrin dan Jalan Sudirman. “Proggres-nya Agustus ini rencananya akan diperbaiki. Kami sudah koordinasi dengan Pemprov Banten dan pemerintahan pusat,” ungkapnya. (Rivai Ikhfa)

Next Post

Biang Semrawut, Dua Ruas Jalan Serpong Dilebarkan di Tangsel

Sen Sep 14 , 2020
Ruas Jalan Buaran – Rawa Buntu dan ruas Jalan Bhayangkara di Serpong dikenal sebagai jalan yang arus lalu lintasnya disebut biang macet dan semrawut. Penyebabnya, selain kondisi jalan yang tak memdai, juga lebar jalan sudah tak mampu menampung arus kendaraan. Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) segera memperbaiki […]
Ilustrasi Penutupan Jalan. (Foto: Istimewa)