Hukum

Bjorka Sayembara Dalang Pembunuh Munir, Beri Hadiah $1.000

Bjorka kembali menjadi perbincangan publik, kini dia membuka sayembara dalang pembunuh aktivis HAM, Munir Said Thalib. Bahkan Bjorka tidak tanggung – tanggung, pemenang diberi hadiah US $1.000 atau senilai Rp14,8 juta.

Melansir dari akun Twitter baru @Bjorkanesian, dia awalnya akan memberi hadiah US $100 dalam bentuk mata uang kripto ethereum. Namun, dirasa terlalu kecil, Bjorka menambahnya menjadi US $1.000.

“Jadi menurut anda, siapa yang bertanggung jawab atas pembunuhan munir ? akan ada $100 eth untuk 1 orang yang beruntung. $200 tampaknya terlalu kecil, Saya akan menaikkannya menjadi US $1.000. penawaran yang menarik bukan ?”ujarnya.

Kemudian, Bjorka, hacker yang membocorkan data sensitif milik Indonesia, membeberkan sederet nama seperti Pollycarpus Budihari Priyanto pilot PT Garuda Indonesia dan Polly Indra Setiawan, Direktur PT Garuda Indonesia.

“Pastikan Anda menyebutkan semua nama yang menurut anda bertanggung jawab, dari pelaksana hingga pemegang kekuasaan tertinggi,”katanya.

Dalam tulisannya, dia menulis nama Mayor Jenderal TNI, Muchdi Purwoprandjono terkait dengan kasus tersebut.

Munir merupakan coordinator kontra yang dianggap sangat vocal mengungkapkan pelaku penculikan 13 aktivis periode 1997 – 1998 adalah anggota Kopassus yang dikenal dengan Tim Operasi Mawar.

Bjorka bukan pertama kalinya menggaungkan kembali tragedi pembunuhan Munir di dunia maya. Pada Minggu (11/9) dia tercatat pertama kali membuka sederet data pribadi dari dalang pembunuhan Munir.

Hal tersebut, dia lakukan setelah mendapat beberapa pertanyaan dari netizen twitter.

“Ya saya tahu kalian telah menunggu ini. Jadi siapa yang membunuh orang baik ini ?” tulisnya.

Sebelumnya, dia mempunyai akun lain. Namun dua kali mengalami penangguhan, pada akun @bjorkansim dan @bjorxanism. Kedua penangguhan tersebut terjadi berturut – turut, pada Minggu (11/9) dan Senin (12/9). Namun, akun twitter @bjorkanesian, kembali di tangguhkan

Dalam keterangannya, Dia mengaku menyerang sejumlah pejabat agar masyarakat Indonesia bisa berkomunikasi dengan para pemimpinnya.

(Editor: Abdul Hadi)

SELENGKAPNYA
Back to top button