Danyon Ranratfib 2 Mar Pimpin Latihan Prajurit Fighter Sejati

Foto: Menkav 2 Mar

Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi 2 Marinir (Yonranratfib 2 Mar) melaksanakan latihan embarkasi dan debarkasi kendaraan tempur (Ranpur) BTR 50 PM dalam rangka Latihan Perorangan Kesenjataan (LPK) TW III 2019 selama 3 hari guna menghadapi Latgab TNI tahun 2019.

Sebanyak 4 Unit ranpur dan 1 KRI Teluk Banten 516 Landing Ship Tank (LST) didalamnya, 36 prajurit figther sejati melaksanakan latihan tersebut di dermaga Ujung, Surabaya, Kamis (08/08/2019).

Pada latihan embarkasi dan debarkasi Ranpur yang dipimpin langsung oleh Komandan Yonranratfib 2 Mar Mayor Marinir Iwan Permana, S.H., M.Tr.Opsla ini, para awak Ranpur 1 hari sebelumnya terlebih dahulu merefresh kembali dengan kegiatan belajar tentang materi latihan diantaranya adalah materi embarkasi dan debarkasi Ranpur dari Kapal pendarat Tank (LST) serta mengemudi dan mengarung di Laut yang di ajarkan oleh Lettu Mar Riskiyanto, S.T. Han selaku Perwira materi.

Baca:

Komandan Yonranratfib 2 Mar menyampaikan, keberhasilan suatu Satuan dalam melaksanakan tugas pokok sebagai unsur kendaraan pendarat amfibi tidak terlepas dari kemampuan mobilitas yang tinggi serta keterampilan pengemudi Ranpur dalam bermanuver di setiap bentuk medan pertempuran baik di darat maupun di laut, maka dari itu wujud kesejahteraan berupa kegiatan latihan ini hendaknya dilaksanakan dengan serius dan penuh semangat.

Lebih lanjut, dengan diadakannya kegiatan latihan ini selain untuk memelihara dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan pengemudi Ranpur juga bertujuan untuk menguji tingkat kesiapan pengemudi Ranpur maupun kendaraan tempur dalam menyongsong tugas-tugas yang diberikan oleh Satuan atas, sekaligus untuk memberikan keyakinan kepada Pimpinan dalam pengerahan Personil maupun kendaraan tempur yang kita miliki.

“Mustahil tanpa berlatih prajurit figther sejati mampu menjadi pengemudi Ranpur yang handal dan profesional di berbagai medan latihan maupun penugasan”, tegas orang nomor satu di Batalyon itu.(yosafat RH/menkav 2 mar)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait