Delapan Polsek di Tangerang Diusulkan Masuk Polda Banten

Foto: Istimewa

Delapan kepolisian sektor (Polsek) di Tangerang diusulkan untuk masuk ke wilayah kerja Kepolisian Daerah (Polda) Banten. Selama ini ke-8 polsek itu masuk wilayah Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya.

Kedelapan polsek yang diusulkan itu adalah Polsek Cisauk, Legok, Kepala Dua, Curug, Pagedangan, Teluknaga, Pakuhaji dan Sepatan. Kedelapan polsek itu berada di wilayah administrasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang.

Alasan pengusulan agar kedelapan polsek masuk ke Polda Banten adalah untuk meningkatkan dan memudahkan pelayanan kepada masyarakat yang berada di wilayah administrasi Provinsi Banten.

Usulan ini disampaikan dalam rakor antara Gubernur Banten, Kapolda Banten Irjen Fiandar, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dan Kepala Biro Kelembagaan dan Tata Laksana (Karolemtala) Srena Polri Brigjen Budi Yuwono.

Baca:

“Ini juga akan menghemat anggaran hibah dari Pemkab Tangerang apabila dijadikan satu polres karena saat ini Kabupatem Tangerang terbagi 3 polres,” kata Fiandar, Jumat (28/8/2020).

Sedangkan, Gubernur Wahidin mengusulkan agar satu provinsi memiliki satu wilayah hukum. Selain mempermudah koordinasi dengan perangkat hukum, jika tak ada penggabungan maka ada persoalan pendapatan, masalah sosial, serta hal lain yang terjadi di masyarakat.

“Yang jadi persoalan di masyarakat adalah terkait masalah plat nomor karena masyarakat Tangerang sudah menganggap plat nomor B itu memiliki gengsi dan pamor yang lebih berbeda dibandingkan dengan plat nomor A,” ujarnya.

Tapi yang pertama ia sepakat soal Kabupaten Tangerang yang masuk ke wilayah hukum Polda Banten. Perlindungan dan pelayanan juga satu akan jadi satu naungan di daerah Banten.

Perwakilan Mabes Polri Brigjen Budi menambahkan bahwa perlu ada keputusan Kapolri agar daerah yang masih masuk ke Polda Metro Jaya masuk ke Polda Banten. Perlu ada studi kelayakan agar beberapa daerah di atas bisa bergabung ke Banten.

“Menunggu keputusan Kapolri yang saat ini 8 polsek yang ikut Polda Metro Jaya dan bergabung ke Polresta Tangerang,” tambahnya. (Rivai Ikhfa)

Next Post

Pemkot Cilegon Alokasikan Rp2,3 Miliar Untuk Penegakan Disiplin Covid

Jum Agu 28 , 2020
Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon telah merampungkan realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19. Total angaran yang digelontorkan mencapai Rp2,3 miliar. Biaya operasional untuk penegakan disiplin ini berasal dari anggaran Pos Belanja Tak Terduga (BTT) APBD 2020. โ€œTotal anggarannya Rp2,3 miliar. Ini dukungan Pemkot Cilegon untuk para petugas dalam menegakan disiplin protokol kesehatan,โ€ […]
Foto: Istimewa