Kesehatan

Dipertanyakan, Update Data Covid 19 Cilegon di FB Terhenti Sepekan

Upadate data Covid 19 dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Cilegon sudah sepekan berhenti. Update itu dilakukan melalui akun Dinkes di Facebook. Padahal informasi itu sangat penting bagi masyarakat untuk menghadapi pandemi Covid 19 yang belum berakhir.

Rodiah, warga Kavling Cielgon mengaku mengikuti perkembangan Covid 19 melalui akun Dinkes Cilegon di Facebook. Sebagai Kader Cilegon Mandiri (KCM), dia mengaku kebingungan karena sudah sepekan tidak ada update perkembangan Covid 19 di Kota Cilegon. Padahal sebagai kader, dia harus menyosialisasikan segala hal tentang Covid 19.

“Bingungnya ini biasa ada update, naik atau turun yang terpapar. Kemudian yang sembuh berapa. Ini mah udah lebih dari sepekan, gak ada update dari Dinkes Cilegon, ” katanya, Senin 2 Agustus 2021

Hal yang sama dikatakan oleh salah satu ASN di kelurahan Karang Asem, Kecamatan Cibeber, Agus Bejo. Dia juga mempertanyakan update sebaran Coivid 19, yang selalu update. “Iya, nggak tahu ini sudah lama gak update yang baru. Kami di kelurahan selalu mengikuti perkembangan data penyebaran Covid-19, ” ujarnya.

Dia mengatakan, update terakhir itu, sekitar tanggal 26 Juli lalu. Dimana yang sembuh ada kenaikan, kemudian yang terpapar jumlahnya ada penurunan. “Artinya sudah hampir seminggu ini Dinkes belum melakukan update yang baru. Kami berharap, peta sebaran terus selalu update untuk mengikuti perkembangan Covid 19 , “ tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan, Lia Mahtma ketika dikonfirmasi membenarkan adanya keterlambatan update data sebaran Covid 19.

” Iya, mohon maaf ada keterlambatan. Karena data di laptop kami penuh, harus dipindahkan terlebih dahulu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa update kembali. Kami mohon maaf kepada warga Cilegon, “ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon dari Fraksi Gerindra, Hasbi Sidik meminta agar Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) mengenai Data Covid 19 diperbaiki, sehingga masyarakat dapat mengakses dan mengetahuinya secara lengkap. Pusat data itu di dinilai sangat minim (Baca: Data Covid 19 di Cilegon Dinilai Minim dan Tidak Lengkap).

“Jadi Pusdatin Covid-19 itu dimana yang sebenarnya,kemudian mengaksesnya melalui apa. Selama ini banyak masyarakat dmenanyakan ke saya. Dimana saya harus memperoleh tabung oksigen, kemudian kapasitas rumah sakit penuh atau nggak,”katanya, Minggu (1/8/2021).

Dia mengatakan, selama ini, Pemkot Cilegon melalui Dinas Kesehatan selalu pudtae tentang jumlah angka kesembuhan, jumlah yang terpapar, dan yang meninggal. Sharusnya, data tersebut dibarengi dengan penanganan Covid-19.

“Contohnya, obat apa untuk pencegahan Covid-19. Kemudian harga jualnya berapa dan belinya dimana. Katanya sekarang menuju Smart City dengan digitalisasi. Semuanya terhimpun dalam satu pusat informasi. Kan enak, beli obat di apotik anu, harganya sekian. Ini mah boro-boro, nggak ada sama sekali,”ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon menilai, Pemkot Cilegon minim dalam pengumpulan informasi dan menyebarkannya ke masyarakat. Meski selama ini pemkot terus melakukan upaya-upaya penanganan pencegahan Covid 19. (Reporter: Anto / Editor: Nizar)

Back to top button