Mozaik

Gubernur Banten Apresiasi FKUB Kota Serang Gelar Lomba Pidato Kebangsaan Lintas Agama

Gubernur Banten, Andra Soni mengapresiasi FKUB Kota Serang yang menggagas lomba pidato kebangsaan lintas agama berbasis dalil kita suci lintas agama yang digelar di Lapangan Gedung Negara Provinsi Banten.

Daam siaran pers Biro Adpim Pemprov Banten yang dikutip MediaBanten.Com, Kamis (20/8/2026), Gubernur Banten Andra Soni disambut dengan Tarian Kabasaran yang merupakan tarian tradisional dari masyarakat Minahasa dan dipersembahkan Golok Banten. Tarian tradisional dan golok itu merupakan simbol penghormatan dan persaudaraan masyarakat Kawanua dengan Banten.

Dalam kesemaptan itu, Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan, nilai-nilai universal dalam kitab suci setiap agama dapat menjadi fondasi bersama untuk memperkuat toleransi, persaudaraan dan kemanusiaan.

Karena itu, kegiatan lomba pidato kebangsaan lintas agama merupakan pendidikan multikultural perlu terus ditanamkan kepada generasi muda, baik di keluarga, sekolah, madrasah, pesantren, perguruan tinggi maupun lingkungan masyarakat.

“Keberagaman merupakan kekuatan sosial dan modal penting dalam membangun Indonesia Emas 2045,” ujar Andra Soni.

Gubernur juga mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang memecah belah dan menggunakan media sosial untuk menyebarkan kebaikan, perdamaian serta persaudaraan.

“Jadikan setiap kata sebagai jembatan persaudaraan, setiap nilai agama sebagai energi kemanusiaan, dan setiap perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun Banten dan Indonesia,” katanya.

Anggota Kerukunan Kawanua Banten, Bili Lomboan mengatakan, tarian tradisional tersebut merupakan penghormatan kepada Andra Soni sekaligus ungkapan terima kasih masyarakat Kawanua yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Banten.

“Kami persembahkan Golok Banten dan Tarian Kabasaran sebagai pengantar dari Minahasa. Kami yang berdomisili di Banten tentu menghargai tanah Banten,” kata Bili.

Ia menjelaskan, Tarian Kabasaran merupakan tarian perang tradisional masyarakat Minahasa yang dahulu digunakan dalam tradisi peperangan. Kini, tarian tersebut telah berkembang menjadi tarian penyambutan bagi tokoh yang dihormati.

Bili mengatakan, masyarakat Kawanua telah cukup lama menetap di Banten. Sebagian diantaranya bahkan telah tinggal di Banten selama 10 hingga 30 tahun.

Sementara itu, Harmony Speech Festival diikuti 158 peserta lintas agama. Para peserta berkompetisi dalam lomba pidato dengan tema, Penguatan Sikap Nasionalisme dan Patriotisme dalam Mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045. (Penulis: IN Rosyadi)

Iman NR

Back to top button