Edukasi

Pemkot Cilegon Targetkan 100 SD dan Menengah Jalan Edukasi Pemilahan Sampah

Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menargetkan 100 sekolah dasar dan menengah di daerah itu menjadi sasaran program edukasi pengelolaan dan pemilahan sampah guna menanamkan kesadaran peduli lingkungan sejak dini.

Wali Kota Cilegon Robinsar di Cilegon, Rabu, mengatakan bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA), melainkan harus ditangani dari sumbernya atau di tingkat hulu melalui program Kolaborasi Sekolah Ekonomi Sirkular (KOLASE).

“Pengelolaan sampah itu tidak bisa serta-merta begitu saja hilang. Jadi ini dalam rangka meningkatkan kesadaran dan memberikan pemahaman kepada anak-anak kita agar tertanam sejak dini,” katanya di sela-sela peninjauan pelaksanaan program KOLASE di SDN Sumampir, Kota Cilegon.

Ia menjelaskan, program edukasi ini pada awalnya hanya menyasar lima sekolah. Namun, pada tahun ini, Pemkot Cilegon menargetkan program tersebut dapat diperluas hingga menjangkau 100 sekolah.

Menurut Robinsar, fokus utama dari program ini bukanlah pada seberapa besar volume sampah yang dikurangi, melainkan pada pembentukan karakter dan kebiasaan siswa dalam pemilihan sampah.

“Poin utamanya pendidikan pengelolaan sampah. Meningkatkan kesadaran agar tidak membuang sampah sembarangan, serta tahu mana sampah yang harus dibuang dan mana yang harus dipilah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon Sabri Mahyudin memaparkan bahwa antusiasme dan partisipasi siswa dalam program ini menunjukkan tren yang sangat positif.

“Selama program ini berlangsung, sampah yang sudah tereduksi mencapai sekitar 35 ton. Tabungan (bank sampah) yang terkumpul sekitar Rp58 juta, dan murid yang terlibat mencapai 38 ribu anak,” ungkap Sabri.

Sabri berharap edukasi pemilahan sampah yang didapatkan anak-anak di sekolah dapat ditularkan kepada orang tua dan keluarga di rumah, sehingga volume sampah buangan ke TPA dapat ditekan secara signifikan. Dalam pelaksanaan program ini, Pemkot Cilegon turut menggandeng pihak swasta.

“Melalui kolaborasi ini, kita tidak hanya mengumpulkan sampah, tetapi juga sekaligus mengedukasi sekolah-sekolah di Kota Cilegon untuk bersiap mengikuti program sekolah berwawasan lingkungan atau Adiwiyata,” pungkas Sabri. (Oleh Desi Purnama Sari – LKBN Antara)

Iman NR

Back to top button