Kapolres Serang Gowes Sepeda HUT Kemerdekaan ke-75

Kapolres Serang AKBP Mariyono bersama pejabat utama Polres Serang, Kapolsek jajaran serta pengurus Bhayangkari Cabang Serang, Sabtu (15/8/2020), melaksanakan gowes gembira sejauh 75 KM. Gowes ini diwarnai bhakti sosial kepada warga yang terdampak Covid-19. Gowes ini untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-75.

Kegiatan bhakti sosial kepada warga yang terdampak Covid-19 dilakukan dalam rangka Polri Peduli. Kali ini menyambut HUT Kemerdekaan RI ke 75 tahun 2020.

Mengambil start dari Mapolres Serang di kasawan Puspemkab, rombongan sepeda gowes gembira yang dipimpin Kapolres Serang melintasi Pasar Ciruas. Kemudian rombongan berbelok ke arah Kecamatan Pontang. Selanjutnya menuju ke arah Jalan Raya Syeh Nawawi Tanara untuk beristirahat di Mapolsek Tanara.

Tiba di Mapolsek Tanara, rombongan sepeda Gowes Gembira disambut personel polsek. Puluhan wargayang akan menerima bantuan, diantaranya warga kurang mampu dan kaum renta. Setelah bersilaturahmi, Kapolres mengajak untuk makan bersama dan kemudian memberikan paket sembako kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 tersebut.

Baca:

Giat Sepeda

Kapolres Serang AKBP Mariyono, mengatakan giat sepeda santai ini selain untuk menjaga kebugaran tubuh juga memantau kamtibmas di fase tatanan Kebiasaan Baru di wilayah Kabupaten Serang serta menyambut HUT Kemerdekaan RI ke 75. Kata Kapolres, gowes bersama ini dilakukan sejauh 75 Km sesuai HUT Kemerdekaan RI.

“Gowes bersama ini bagian dari pemeliharaan kebugaran tubuh yang hampir dilakukan bersama setiap akhir pekan. Selain itu sambil bersilaturahmi sekaligus memantau kamtibmas wilayah di fase kehidupan baru sambil berbagi paket sembako kepada masyarakat yang terdampak Covid-19,″ ujarnya.

Setelah beristirat dan membagi paket sembako, gowes gembira dilanjutkan menyisiri jalan raya melintasi Mapolsek Kragilan dan kembali ke Mapolres Serang. (yono)

Next Post

Sebagian Warga Palestina Frustasi Hadapi Blokade Israel

Sab Agu 15 , 2020
Saad Al-Farra, warga Palestina yang kini pesimis dan frustasi terhadap kondisi negerinya. Dia termasuk ribuan orang lainnya sempat bersukacita atas penarikan mundur pasukan Israel dari jalur Gaza tahun 2005. “Kami tidak tahu bahwa perpecahan, korupsi, kemiskinan dan pengangguran akan terjadi di sini,” kata Al-Farra. Dia adalah seorang petani di tanah […]